Bahkan dirinya sempat mengeluh sakit perut dan harus mampir ke toilet untuk buang air besar (BAB) di kilometer 28.
“Lari kali ini banyak sekali ceritanya, persiapannya kurang maksimal karena jadwal pekerjaan, ditambah ada adegan sakit perut jadi harus toilet break di KM 28,” ungkapnya.
Tidak hanya kebelet BAB, insiden terjatuh juga mewarnai kegiatan marathon wanita berusia 29 tahun ini.
“Sampai adegan jatoh nyusruk di KM 17, rasanya mau nangis dan berhenti karena perih banget lukanya,” tukasnya.
Kendati demikian, Febby tetap optimis untuk sampai ke garis finish. Dan terbukti dengan tekad yang kuat, akhirnya Febby mampu menyelesaikannya.
“Tapi semangat lagi abis liat tanda ‘rasa sakit itu sementara’, dan alhamdulillah bisa finish dengan bahagia dan kaki nggak kram sama sekali!” serunya.
Bagi pemain film ‘Wanita Ahli Neraka’ ini, marathon bukan hanya soal melatih mental tetapi juga fisik yang harus dipersiapkan dengan baik.
“Maraton itu bukan cuma soal mental, tapi juga tantangan fisik. Selesainya lebih lambat dari rencana, tapi aku menemukan versi diriku yang lebih kuat yang menolak untuk berhenti,” lanjutnya.
Medali yang telah diraih menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi Febby. Prestasi Febby tidak hanya diraih di bidang entertainment tetapi juga di kancah olahraga.
“Medali ini lebih dari sekadar medali finisher bagiku. Ini simbol keberanian, kegigihan, komitmen, dan kecintaan yang besar terhadap lari,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!