showbiz

10 Film Biopik Pahlawan Indonesia yang Cocok Ditonton saat Hari Pahlawan 10 November, Banyak Karya Hanung Bramantyo!

Senin, 10 November 2025 | 09:00 WIB
Hanung Bramantyo dan salah satu karyanya, Film Kartini (Kolase Instagram/@hanungbramantyo, imdb)

- Sutradara: John de Rantau & Azuzan Juan Gontarella
- Pemeran: Khoirul Ilyas Aryatmaja, Putri Ayudya, Herman Bennink, Prisia Nasution
- Durasi: 2 jam 5 menit
- Sinopsis Singkat: Sesuai dengan judulnya, film ini menceritakan tentang kisah hidup Wage Rudolf Supratman.

Dalam film ini juga diangkat transformasi W.R Supratman dari seorang musisi di lingkungan kolonial menjadi seniman pergerakan nasional.

 

8. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)

- Sutradara: Hanung Bramantyo
- Pemeran: Ario Bayu, Marthino Lio, Adinia Wirasti, Putri Marino, Christine Hakim, Meriam Belina, Lukman Sardi, T. Rifnu Wikana, Rukman Rosadi, Asmara Abigail,
- Durasi: 2 jam 28 menit
- Sinopsis Singkat: Dikutip dari situs Indonesian Film Center, film ini mengisahkan tentang Sultan Agung yang harus menyatukan adipati-adipati di tanah Jawa yang sempat tercerai berai oleh politik VOC.

Film ini juga mengangkat sedikit kisah cinta Sultan Agung yang harus mengorbankan cinta sejatinya dan menikahi perempuan ningrat yang bukan pilihannya.

9. Nyai Ahmad Dahlan (2017)

- Sutradara: Olla Ata Adonara 
- Pemeran: Tika Brivani, David Chalik, Egy Fedly, Della Puspita, Cok Simbara
Durasi: 1 jam 42 menit
- Sinopsis Singkat: Film biopik ini menceritakan kisah hidup serta perjuangan Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan.

Ia adalah salah satu tokoh emansipasi perempuan sekaligus pendiri organisasi Aisyiyah.

10. Sang Pencerah (2010)

- Sutradara: Hanung Bramantyo
- Pemeran: Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca, Slamet Rahardjo, Giring Ganesha, H Ihsan Tarore, Dennis Adhiswara, Elang El Gibran, Ikranagara, Yatti Surachman, Sujiwo Tejo
- Durasi: 1 jam 52 menit
- Sinopsis Singkat: Mengisahkan perjuangan pendiri organisasi keagamaan Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Film ini juga memperlihatkan bagaimana KH Ahmad Dahlan mereformasi ajaran Islam di lingkungan keraton dan Yogyakarta pada abad ke-19.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini