Selain itu, media dan netizen Jepang turut membahas peristiwa ini karena melibatkan nama besar seperti NCT Dream.
Kekhawatiran pun muncul bahwa masalah tersebut dapat memperkeruh hubungan antar-penggemar di Jepang dan Korea.
Kini, Nessie Judge telah berjanji untuk mengedit ulang dan memperbaiki konten #NERROR sebelum mengunggahnya kembali.
Ia menegaskan bahwa foto Junko sebelumnya tidak dimaksudkan sebagai dekorasi Halloween, melainkan bentuk penghormatan atas kasus yang banyak diminta penontonnya.
Namun, banyak yang menilai bahwa penggunaan simbol korban kekerasan harus disertai konteks dan empati, bukan sekadar elemen visual.
Kontroversi ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi para kreator konten agar lebih berhati-hati dalam memilih representasi yang sensitif terhadap korban dan keluarganya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!