“Kami dengan tulus meminta maaf atas kurangnya pertimbangan kami,” tulisnya.
Dalam unggahan itu, Nessie juga menegaskan bahwa setelah menyadari kesalahan, ia langsung menurunkan video dan melakukan evaluasi bersama timnya.
“Meskipun ini tentu saja tidak menghapus apa yang telah terjadi, ketahuilah bahwa kami belajar dari kesalahan kami dan berkomitmen untuk mengubah proses kami,” lanjutnya.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, para penonton, kolaborator seperti NCT Dream, serta semua pihak yang merasa tersakiti.
Dipantau langsung Tim SketsaNusantara.id dari akun X Nessie, ia juga mengakui bahwa tindakan tersebut memang tidak bisa dibenarkan meski tidak ada niat buruk di baliknya.
Respons Publik dan Kritik Lanjutan
Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, respons dan emosi publik tampaknya masih belum sepenuhnya mereda.
Banyak netizen, terutama dari Jepang, menilai permintaan maaf tersebut belum menunjukkan penyesalan yang mendalam.
Beberapa pengguna meminta Nessie untuk membuat permintaan maaf yang lebih formal dan disampaikan langsung melalui video.
Tak hanya dari warganet Indonesia, kritik juga datang dari pengguna X bernama @Sachin_Gandhi7.
Ia menilai bahwa pernyataan maaf Nessie Judge memang merupakan langkah awal yang baik, namun belum cukup untuk menebus dampak yang telah terjadi.
“Permintaan maafmu adalah langkah awal, tetapi rasa sakit yang ditimbulkan terhadap kenangan Junko Furuta dan keluarganya tidak bisa dihapus,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa permintaan maaf seharusnya diikuti dengan tindakan nyata dan proses refleksi mendalam, bukan sekadar ucapan belaka.
“Perubahan sejati membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata. Pertimbangkan untuk beristirahat dari pembuatan konten dan refleksikan diri lebih dalam,” tulisnya.
Akhir pernyataannya menegaskan pentingnya sikap introspektif, di mana ia menulis, “Rasa hormat dan tanggung jawab itu penting.”