showbiz

Sederet Fakta Menarik Yurike Sanger, Istri ke-7 Soekarno Wafat pada Usia 80 Tahun, Perjalanan Cintanya dengan Sang Proklamator Jadi Sorotan

Jumat, 19 September 2025 | 08:36 WIB
Potret Yurike Sanger, gadis SMA yang memikat hati Presiden hingga jadi istri ke-7 Soekarno, meninggal dunia pada usia 80 tahun akibat kanker payudara (Instagram/oldies_in_color)

Tak lama kemudian, Soekarno menyampaikan niatannya untuk menikah dengan Yurike. Pada tanggal 6 Agustus 1964, Soekarno akhirnya meminang Yuri usai menemui orang tua sang pujaan hati sambil membawa seutai kalung.

Pernikahan tersebut berlangsung secara islami dan menjadikan Yurike istri ke-7 Soekarno. Namun, pernikahan ini dirahasiakan dan tak banyak diketahui oleh istri-istri Soekarno yang lainnya.

Pesona dan kecerdasan Yurike membuat sang Presiden jatuh hati. Yurike menikah di usia muda saat umurnya masih 19 tahun, sedangkan Soekarno sudah berusia 64 tahun.

Baca Juga: Presiden Gila Wanita! Inilah 9 Istri Soekarno yang Pernah Mendampingi Sang Bapak Proklamator: Siapa Paling Cantik? 

4. Pernah Berprofesi Sebagai Penyanyi

Tak banyak yang tahu, Yurike Sanger ternyata memiliki profesi sebagai penyanyi sebelum menikah dengan Soekarno.

Kepribadian Yurike pun menarik perhatian karena ia tak pernah merasa cemburu dan selalu menghormati istri Soekarno yang lainnya. Ia menghormati Fatmawati yang pernah menjabat sebagai ibu negara hingga Ratna Sari Dewi, istri terakhir Soekarno.

5. Mualaf setelah Menikah

Diketahui, Yurike Sanger memeluk agama Islam dan menjadi mualaf setelah menikah dengan Soekarno. Ia banyak belajar agama Islam dari sang suami setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Tak sering tampil di hadapan publik, Yuri dikenal sebagai istri Soekarno yang kerap melakukan kegiatan sosial.

Baca Juga: Ruben Onsu Curhat Belajar Ngaji, Mualaf ini Mulai Istiqomah Usai Baca Syahadat dengan Habib Usman!

6. Cerai dengan Soekarno Pasca 4 Tahun Menikah

Tragis, kehidupan Soekarno dan Yurike Sanger pun tak berlangsung lama. Yuri bercerai dengan Seokarno pada tahun 1968 setelah 4 tahun menikah.

Di tengah situasi politik Indonesia pasca G30S PKI, Soekarno yang menjadi tahanan politik setelah lengser pada tahun 1967, meminta Yurike menceraikan dirinya.

Yurike menuruti kemauan Soekarno dan mengajukan cerai secara agama pada tahun 1968. Tidak ada rasa penyesalan sedikit pun, Yuri mengenang Soekarno sebagai sosok pemimpin yang baik dan masih memperhatikan istrinya meski berada dalam kondisi sulit sekalipun.

Halaman:

Tags

Terkini