1. Masa Pacaran, dimana pasangan ini menjalani hubungan jarak jauh (LDR) selama tujuh tahun.
2. Prosesi Pernikahan, dimana acara pernikahan mereka disebut-sebut berlangsung selama tujuh hari.
3. Usia Pernikahan 7 tahun, dimana gugatan cerai ini diajukan tepat di tahun ke 7 pernikahan mereka. Menurut Ki Demang, momen di tahun ketujuh ini adalah titik krusial.
Ia menilai, di usia ganjil seperti ini, permasalahan dalam rumah tangga bisa menjadi semakin dramatis.
Namun, angka tujuh juga bisa menjadi momen di mana seseorang mencari "pitulungan" atau jalan keluar, entah itu untuk memperbaiki hubungan atau memilih untuk berpisah.
Dalam penerawangannya menggunakan falakiyah, Ki Demang memandang alasan perceraian karena "perkara hati" yang menjadi pemicu keretakan.
Berdasarkan hitungan falakiyah, karakter Tasya Farasya masuk hitungan 29, ia dinilai memiliki tipikal yang rentan mengalami masalah yang berkaitan dengan hati.
"Tasya, ia menginginkan seseorang yang men support, membantu di angka 7 ini dan ini menimbulkan kemurkaan kemarahannya," ungkap Ki Demang.
"Sesuatu yang dipendam selama ini mungkin saatnya ia bertindak, itu yang saya lihat," imbuhnya.
Menurut Ki Demang, hal ini bisa menjadi pemicu kemarahan atau kekecewaan yang sudah dipendam lama.
Dimana Tasya dinilai telah memendam sesuatu selama ini dan pada angka 7 ini menjadi angka ganjil sebagai point mau bertahan sakit atau pergi bertahan tapi sulit.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!