“Diframing jadi buzzer, diframing aku mau masuk politik, diframing aku provokator, disalahpahami, diframing ini dan itu… sempat membuatku down dan kepikiran,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa semua risiko itu tidak lebih penting dibandingkan tujuan besar dari perjuangan rakyat.
“Tapi rasanya itu semua tidak lebih penting daripada tercapainya keadilan dan hak rakyat yang selama ini diselewengkan dan disemena-menakan. Aku kembali diingatkan, bahwa ketika kita fokus ke tujuan yang lebih besar, kita akan punya courage dan keberanian untuk bertindak meskipun banyak resikonya,” pungkas Jerome.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!