SketsaNusantara.id – Sejumlah influencer kembali mendatangi Gedung DPR RI untuk menyampaikan aspirasi rakyat melalui aksi damai bertajuk 17+8 Tuntutan Rakyat. Aksi tersebut berlangsung di depan Gerbang Pancasila, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 September 2025.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian publik adalah Jerome Polin, konten kreator dan edukator yang selama ini dikenal dengan konten matematikanya.
Dalam aksi itu, Jerome tampak mengenakan kemeja berwarna pink sambil memegang poster berisi daftar tuntutan rakyat. Kehadirannya menjadi simbol bahwa suara publik kini juga menggema lewat figur-figur muda yang memiliki pengaruh besar di media sosial.
Aksi penyampaian 17+8 Tuntutan Rakyat ini digelar untuk menyoroti keresahan masyarakat terhadap isu-isu besar yang selama ini dianggap diabaikan. Mulai dari penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, hingga transparansi kebijakan pemerintah.
Jerome bersama sejumlah influencer lain hadir bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya konkret untuk mengawal jalannya demokrasi. Spanduk tuntutan yang mereka bawa berisi daftar poin yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dan DPR.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan di Instagram story miliknya @jeromepolin, Jerome menegaskan bahwa keikutsertaannya bukanlah tanpa beban.
Baca Juga: Ferry Irwandi Bongkar Dalang di Balik Kericuhan Aksi Demo Agustus 2025, Siapa?
“Hai teman-teman!! Hari ini untuk pertama kalinya dalam 27 tahun hidup, aku turun ke jalan. Jujur dari dulu aku selalu takut untuk speak up soal suatu isu di Indonesia, apalagi turun ke jalan. Takut salah ngomong. Takut dijudge. Takut pengetahuanku kurang banyak. Takut diframing. Takut diserang. Banyak takutnya,” tulis Jerome.
Pernyataan ini menunjukkan pergulatan batin yang ia alami sebelum akhirnya memutuskan hadir di lapangan bersama masyarakat.
Lebih lanjut, Jerome menjelaskan bahwa keberaniannya hadir di aksi kali ini tidak muncul begitu saja. Ia menuturkan bahwa dukungan dari teman-teman serta harapan besar masyarakat terhadap gerakan ini menjadi dorongan kuat.
Baca Juga: Catatan Kelam Indonesia! Ini Daftar Panjang 10 Korban Tewas Dalam Aksi Demo Akhir Agustus 2025
“Tapi hari ini, aku berhasil melawan semua rasa takut itu. Kenapa bisa berani? Aku pun heran. Aku bertanya ke diriku sendiri. Tapi sepertinya ada 1 jawaban. Yaitu aku tidak sendiri, aku didukung oleh banyak teman-teman, dan aku tahu banyak orang yang menggantungkan harapannya ke gerakan ini,” tambahnya.
Jerome juga menyadari risiko besar yang mungkin muncul dari tindakannya. Mulai dari tuduhan miring, cibiran, hingga framing negatif.