SketsaNusantara.id - Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda melayangkan surat terbuka untuk pemimpin Indonesia.
Penulisan surat terbuka tersebut merupakan imbas dari kekerasan dan pengabaian pemerintah terhadap suara rakyat.
Surat tersebut diunggah oleh Instagram @maudyayunda pada Senin, 1 September 2025 seperti dikutip oleh tim SketsaNusantara.id.
Terinspirasi dari sebuah buku internasional berjudul ‘Pedagogy of The Oppressed’ atau yang bermakna ‘Pedagogi Kaum Tertindas’.
“Beberapa waktu lalu saya baru selesai membaca ‘Pedagogy of The Oppressed’. Ironis dan miris rasanya,” kata Instagram @maudyayunda dikutip oleh tim redaksi.
Maudy merasa bahwa isi buku tersebut mencerminkan dari apa yang terjadi di Indonesia saat ini.
“Saya merasa seolah buku itu sedang menulis tentang kenyataan kita,” lanjutnya.
Maudy juga merangkum isi buku tersebut serta mengutip beberapa istilah dari buku yang ditulis oleh Paulo Freire itu.
“Paulo Freire menulis bahwa perubahan sejati lahir dari praxis: perpaduan refleksi dan aksi kolektif,” ujar wanita kelahiran tahun 1994 ini.
Istilah praxis sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang suaranya diabaikan oleh para pemimpinnya.
“Dan apa yang kita saksikan belakangan ini adalah bentuk praxis itu: refleksi masyarakat yang tajam, suara yang tak lagi bisa diabaikan,” imbuhnya.
Penyanyi lagu ‘Perahu Kertas’ ini berharap agar pemerintah membuka mata dan telinga untuk mendengarkan suara rakyat.