SketsaNusantara.id – Komika sekaligus aktor Arie Kriting kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menyuarakan keresahan publik dengan cara yang khas jenaka, tajam, sekaligus tepat sasaran.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, suami aktris Indah Permatasari ini menyinggung isu yang sudah lama menjadi sorotan masyarakat, yakni pemberian remisi atau pengurangan hukuman bagi narapidana kasus korupsi.
Kritik tersebut ia sampaikan bukan lewat orasi panjang atau tulisan opini, melainkan melalui rangkaian kata singkat yang menyerupai pantun.
“Berkelakuan buruk di masyarakat, berkelakuan baik di dalam penjara. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi kaya. Remisi demi remisi, lama-lama bebas bersyarat,” tulis Arie dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya @arie_kriting.
Sindiran ini seolah menampar logika hukum yang selama ini dinilai timpang. Bagaimana mungkin seorang koruptor yang merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, justru bisa lebih cepat menghirup udara bebas hanya karena mampu bersikap manis di penjara?
Melalui pantun tersebut, Arie menyuarakan kegelisahan banyak orang bahwa remisi seakan menjadi jalan pintas untuk melupakan kesalahan besar yang berdampak pada rakyat kecil.
“Katanya kalau mau jadi pejabat harus bisa pantun,” tulis Arie dalam keterangan caption unggahannya. Sebuah kalimat pendek namun penuh sindiran, menyiratkan bahwa kritiknya bukan hanya untuk sistem, tetapi juga ditujukan kepada elite politik yang kerap membuat kebijakan tak masuk akal.
Unggahan Arie Kriting itu langsung menuai banyak komentar dari netizen. Postingannya pun dibanjiri ribuan like dan ratusan komentar.
Beberapa komentar netizen yang menyorot unggahan tersebut antara lain:
“Keras… Timur… To The Point,” kata @ampi_mailooa
“Kalau orang-orang komedi berbicara sudahlah negara sedang gelap,” komentar dari @fahrurrozyy21 menjelaskan jika komika yang mengkritik maka negara sedang tidak baik-baik saja.