“Beliin kalung berlian biar dia tau dirinya berharga,” ungkap Willie Salim dalam postingannya.
Pada salah satu potret, Lilis terlihat menunjukkan kalung itu sambil tersenyum lebar, berdiri di antara Willie dan seorang teman perempuannya.
“Siapapun bully kamu, langsung aduin.. Aku maju paling depan,” ujar Willie.
Dalam foto tersebut, Willie duduk bersanding dengan Lilis di rumah sederhana, menandakan keseriusannya untuk selalu melindungi orang-orang di sekitarnya.
Aksi mulia Willie ini mendapat banyak pujian dari warganet.
“Proud of you, Willie. Hatimu luas banget,” ujar @michan_91.
“Luar biasa. Dermawan dan baik hati. Semoga menjadi inspirasi dan banyak orang baik seperti Willie,” tulis @lek_zart.
“Masyaallah sultan yang sesungguhnya,” ungkap @naila_mufidatin.
“Mau dong diangkat jadi abang,” kata @adrisurbakti1.
“Aku juga lagi kampanye anti bully ka willie,” tulis @giant_jayi.d.
Kisah Willie mengajarkan bahwa luka masa lalu dapat menjadi bahan bakar untuk menebar kebaikan. Ia membuktikan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membantu orang lain berdiri tegak.
Willie Salim mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan untuk melindungi dan memberdayakan orang lain. Dari memberi beasiswa, menghadiahkan barang, hingga memberikan rasa aman, setiap tindakannya adalah pernyataan tegas melawan perundungan.***