SketsaNusantara.id - Berbeda dengan jaringan bioskop Cinepolis yang memutuskan membatalkan penayangan film animasi Merah Putih One For All, Sams Studio justru resmi merilis film tersebut pada hari ini.
Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi @samsstudios.id lengkap dengan poster film dan ajakan untuk membeli tiket di platform penjualan yang bekerja sama.
Meski demikian, langkah ini bukannya mendapat sambutan hangat, justru menuai gelombang komentar bernada sindiran, candaan, bahkan kritik keras dari warganet.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @samsstudios.id, sejak poster dan pengumuman penayangan diunggah, kolom komentar dipenuhi berbagai reaksi. Banyak yang menyinggung kualitas animasi film yang sebelumnya memang sudah menjadi bahan perdebatan publik.
"Takut banget kebagian tiket," tulis akun @r_dicell, seolah menandakan bahwa film tersebut tidak diminati dan justru dihindari.
"Movie animasi terburuk sepanjang masa," ucap @ziandrizkili. Pernyataan ini menggarisbawahi kritik lama soal kualitas animasi film yang dinilai belum layak tayang di layar lebar.
"Di web gaada min, padahal saya gamau nonton," ujar @firbim20_. Candaan ini menunjukkan bahwa sebagian netizen hanya ingin memeriksa ketersediaan tiket demi bahan lelucon, bukan benar-benar ingin menonton.
"Enggak dulu min, takut sakit mata," kata @mochi92yusuf. Kritik ini kembali menyoroti grafik dari film tersebut yang menjadi sumber kontroversi sejak awal.
"Buy 1 Get 5 ya min?" tulis @handisepdika. Candaan ini mengisyaratkan dugaan bahwa film akan sulit laku sehingga memerlukan promosi besar-besaran.
Meski badai kritik terus berhembus, Sams Studio tampaknya memilih untuk tetap melangkah sesuai jadwal. Penayangan Merah Putih: One For All di studio mereka menjadi pembeda sikap dibandingkan bioskop lain yang menunda atau membatalkan.
Ada netizen yang menanggapi dengan nada jenuh. "Ga siap min, hidup udh banyak masalah," tulis @clety.starlight. Komentar ini mencerminkan rasa bosan publik terhadap kontroversi yang terus berulang.