showbiz

Immanuel Manurung Sulap Trailer Animasi Merah Putih One For All Jadi Lebih Modern Hanya dengan AI, Netizen Ikut Beri Respon Begini...

Kamis, 14 Agustus 2025 | 07:30 WIB
Hasil remake trailer Merah Putih One For All dengan AI oleh Kreator Immanuel Manurung. (Instagram/immanuel_mg)

Tawaran ini sontak memicu beragam respons dari netizen lain.

Baca Juga: Akhirnya Pemilik Aset Buka Suara! Film Animasi Merah Putih One For All Diterpa Isu Penggunaan Karakter Tanpa Izin dan Transparansi Anggaran

“Salim abangku. Sekalian dong semoga ada narasi pelengkap buat audit duit rakyat anggaran bikin film asal-asalan. Sudah cukup 11 tahun belakangan, 4 tahun lagi nggak tahan,” komentar akun @jualmantansby.

Yohannes Auri Husen bahkan menegaskan kembali keseriusannya untuk menunjukkan bahwa dengan budget minimal pun, hasil film tetap bisa maksimal.

“Kita tunjukin dengan budget minim bisa gas. Dan saya punya 9 media gede total 10 juta follower siap nge-boost film ini for free!!” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Merah Putih One for All, Produksi Film Negara Garap Film Animasi Canggih Berteknologi XR dengan Karakter Unik

Unggahan remake ini mengundang berbagai komentar yang beragam. Ada yang memuji kualitas visual yang jauh lebih baik, ada pula yang membandingkannya secara langsung dengan versi asli yang dinilai mengecewakan.

“Behhh kerennn,” tulis akun @rendybasrhi.

“Bagusan ini,” komentar @w.alexsander03.

“Enak dipandang mata kalo gini mh,” tulis @irull_wee.

“Suara Granger anjay keren mantap ommmm,” tambah @rofi111qq.

Baca Juga: Mendadak Aktor! Pulang dari Brazil, Agam Rinjani Bocorkan Judul Film yang Akan Ia Perankan, Pengambilan Gambar hingga Amazon

Tak sedikit pula yang memuji keberanian Immanuel untuk menyentil kualitas proyek animasi yang dibiayai negara tersebut.

Film animasi Merah Putih One For All menjadi sorotan publik sejak trailernya dirilis, bukan hanya karena kualitas grafisnya yang dianggap kurang memuaskan, tetapi juga karena sumber pendanaannya yang menggunakan dana negara.

Netizen mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran sebesar Rp6,7 miliar, apalagi setelah terungkap bahwa beberapa aset karakter yang digunakan berasal dari Content Store, yang dapat dibeli secara bebas dengan harga jauh lebih murah.***

Halaman:

Tags

Terkini