Tawaran ini sontak memicu beragam respons dari netizen lain.
“Salim abangku. Sekalian dong semoga ada narasi pelengkap buat audit duit rakyat anggaran bikin film asal-asalan. Sudah cukup 11 tahun belakangan, 4 tahun lagi nggak tahan,” komentar akun @jualmantansby.
Yohannes Auri Husen bahkan menegaskan kembali keseriusannya untuk menunjukkan bahwa dengan budget minimal pun, hasil film tetap bisa maksimal.
“Kita tunjukin dengan budget minim bisa gas. Dan saya punya 9 media gede total 10 juta follower siap nge-boost film ini for free!!” ujarnya.
Unggahan remake ini mengundang berbagai komentar yang beragam. Ada yang memuji kualitas visual yang jauh lebih baik, ada pula yang membandingkannya secara langsung dengan versi asli yang dinilai mengecewakan.
“Behhh kerennn,” tulis akun @rendybasrhi.
“Bagusan ini,” komentar @w.alexsander03.
“Enak dipandang mata kalo gini mh,” tulis @irull_wee.
“Suara Granger anjay keren mantap ommmm,” tambah @rofi111qq.
Tak sedikit pula yang memuji keberanian Immanuel untuk menyentil kualitas proyek animasi yang dibiayai negara tersebut.
Film animasi Merah Putih One For All menjadi sorotan publik sejak trailernya dirilis, bukan hanya karena kualitas grafisnya yang dianggap kurang memuaskan, tetapi juga karena sumber pendanaannya yang menggunakan dana negara.
Netizen mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran sebesar Rp6,7 miliar, apalagi setelah terungkap bahwa beberapa aset karakter yang digunakan berasal dari Content Store, yang dapat dibeli secara bebas dengan harga jauh lebih murah.***