showbiz

5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?

Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:30 WIB
Poster Merah Putih: One for All, film animasi karya anak bangsa yang menunai kritik karena kualitas gambar yang dinilai tidak memuaskan (Instagram/crativox)

"Budget film ini mungkin cuma sekitar Rp1 juta! Buat traktirin anak-anak pengisi suara makan di warteg," tulis Bintang dikutip dari akun Instagram @update.anime.

Baca Juga: Dituding Terima Dana Rp6,7 M, Produser Film Animasi Merah Putih One For All Buka Suara, Toto Soegriwo: Fitnah Keji

"Benar, film ini saya buat sendiri dengan modal cuma segitu. Saya nggak mau ribet dengan minta bantuan sponsor, apalagi minta dana ke pemerintah," tuturnya.

3. Kualitas Film Kurang Memuaskan, Dibuat dalam Waktu 3 Bulan

Animator yang berdomisili di Singapura itu juga menyadari kualitas film Merah Putih: One for All jauh dari kata memuaskan karena digarap dalam waktu singkat, hanya 3 bulan saja.

"Kualitasnya film ini memang nggak maksimal karena waktunya mepet, cuma 3 bulan! Buat teman-teman yang pernah bikin short film, pasti tahu susashnya bikin film animasi dalam waktu sesingkat itu," ucap Bintang.

"Film ini dibuat menggunakan aset (pribadi) yang saya kumpulkan selama puluhan tahun untuk proyek film animasi saya sebelumnya dengan sedikit modifikasi, jafdi gak ada beban tambahan biaya lagi," tuturnya.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Geram atas Penayangan Film ‘One For All’: Kok Bisa Tayang di Tengah 200 Film Indonesia yang Lagi Antre Tayang? Wamen Ekraf Bersuara

4. Jumbo Jadi Inspirasi Garap Film Tanpa Bantuan AI

Kesuksesan film animasi Jumbo juga menginspirasi pembuatan film Merah Putih: One for All.

Bintang Takira mendapat dukungan moral dari Ryan Adriandhy dalam menyelesaikan proyek film berdurasi 71 menit itu apalagi dengan tenggat waktu yang sangat singkat.

"Mendapat proyek film untuk momen HUT ke-80 RI, awalnya saya pikir gak mungkin kekejar dalam waktu 3 bulan," kata Bintang.

Baca Juga: Setelah Jumbo, Warkop DKI Kartun dan Panji Tengkorak Siap Ramaikan Dunia Animasi Indonesia 2025, Langsung Gaet Perhatian Publik

"Tapi saya ikut webinar Devatas Studios, dan nangkep perkataan Ryan (sutradara Jumbo) bahwa kualitas animasi itu nggak begitu jadi syarat utama untuk berkarya di film, yang terpenting adalah jalan ceritanya," tuturnya.

"Makin ngebutlah saya mengejar target kejar tayang dan cuma tidur 2 jam sehari selama 3 bulan! Saya pikir ini cuma pengorbanan kecil dibandingkan dengan pejuang kita dulu yang rela mengorbankan nyawa demi merah putih berkibar," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini