Marisa menyebut Mila sebagai seorang people pleaser yang sejak kecil terbiasa menyenangkan ibunya. Pola ini terbawa hingga pernikahannya.
Menariknya, dalam unggahan Instagram @dionwiyoko, cermin digunakan sebagai elemen penting dalam film.
Karakter utama disebut punya trauma besar terhadap benda tersebut. Cermin menjadi simbol kuat dari pergolakan batin dan luka mental Mila.
Film ini tidak hanya menyajikan drama keluarga, tapi juga mengajak penonton merenungkan kembali standar “istri sempurna” yang sering dibebankan pada perempuan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!