Namun, yang membuat tren ini benar-benar istimewa adalah kaitannya dengan budaya lokal Indonesia, khususnya tradisi Pacu Jalur dari Riau.
Perlombaan tradisional dari Kuantan Singingi, Riau, ikut mendunia berkat fenomena ini di tengah perkembangan tren aura farming.
Dalam lomba ini, seorang anak kecil, yang dikenal sebagai bocah atau penari, tampil di ujung perahu dengan gerakan menari dengan penuh percaya diri, seperti memutar tangan dan mengayun tubuh, sambil menjaga keseimbangan di atas perahu yang melaju kencang.
Gerakan ini dianggap memancarkan "aura" yang kuat. Salah satu penari bernama Dika dari tim Tuah Koghi ikut jadi viral karena gayanya yang ikonik.
Dengan koreografi tariannya unik yang jadi sorotan kamera, ditambah dengan editan slow motion serta musik yang pas, aksi Dika di ajang Pacu Jalur mencuri perhatian publik dan ditirukan karena dinilai jadi aksi yang keren dan memiliki aura yang menarik perhatian.
Ketika video penampilan Dika menyebar di TikTok, netizen dunia terpikat oleh karisma dan keberanian bocah penari yang mampu menjaga keseimbangan di tengah perlombaan yang memacu adrenalin.
Gerakan tarian ini diiringi lagu "Young Black & Rich" milik Melly Mike yang liriknya penuh semangat hingga menjadi inspirasi bagi banyak pengguna untuk menirukannya.
Di media sosial, tren ini diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari menari di lantai, di atas kursi, hingga di banana boat, seperti yang dilakukan artis Indonesia Luna Maya.
Bahkan selebriti seperti hollywood dan atlet Travis Kelce (pemain NFL) hingga pemain klub sepak bola seperti Neymar dan pemain AC Milan ikut mempopulerkan gerakan ini saat selebrasi usai cetak gol di lapangan.
Melly Mike, sang penyanyi lagu "Young Black & Rich", yang kerap jadi backsound tren ini juga ikut menirukan koreografi Dika yang ikut menjadikan Pacu Jalur sebagai sorotan global.
Bukan sekadar hiburan, tren Aura Farming secara tak terduga telah berhasil membawa budaya lokal Indonesia ke panggung internasional.
Tren ini membawa kebanggaan tersendiri khususnya bagi masyarakat Riau, sekaligus mengingatkan akan pentingnya menjaga warisan budaya tradisional Indonesia di tengah modernisasi dan pengaruh budaya barat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini