SketsaNusantara.id - Konflik antara Iran dan Israel yang memanas sejak 13 Juni 2025 telah menimbulkan dampak luas.
Tak hanya bagi warga lokal, konflik Timur Tengah ini juga berdampak bagi banyak orang yang berada di wilayah tersebut, termasuk aktor sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta.
Kabar bahwa Verrell terjebak di Iran akibat eskalasi konflik ini pertama kali diungkapkan oleh adiknya, Athalla Naufal, saat menghadiri pernikahan sahabat Verrell, Al Ghazali dan Alyssa Daguise.
Pernyataan Athalla ini sontak membuat heboh publik, terutama keluarga dan penggemar Verrell, yang khawatir akan keselamatannya di tengah situasi perang.
Menurut Athalla, Verrell berada di Iran dalam rangka menghadiri forum Internasional, melaksanakan tugas negara sebagai anggota Komisi X DPR RI.
Putra Venna Melinda itu tampaknya ditugaskan berangkat bersama rekan-rekan koleganya untuk menjadi pembicara di sebuah acara internasional, mengingat kemampuan berbahasa Inggrisnya yang mumpuni.
Namun, situasi berubah drastis ketika Israel melancarkan Operation Rising Lion pada 13 Juni 2025 yang dibalas Iran melalui Operation True Promise III pada hari yang sama yang menargetkan Tel Aviv.
Konflik ini menyebabkan penutupan wilayah udara dan bandara di kedua negara, termasuk Bandara Ben-Gurion di Israel dan bandara di Iran.
Akibatnya, Verrell dan rombongan DPR terjebak di Iran untuk sementara waktu, dan diungsikan sementara ke daerah aman hingga mendapatkan akses penerbangan untuk bisa pulang ke Indonesia.
"Aku lupa daerahnya, tapi masih di daerah (Iran) sana, jadi masih diungsikan ke daerah aman yang ada bandara terbuka bias bisa pulang cuman gak tahu kapan," kata Athalla di hadapan awak media saat menghadiri acara ngunduh mantu Al Ghazali pada hari Kamis, 19 Juni 2025 lalu.
Athalla menjelaskan bahwa keluarganya, termasuk sang ibunda dan neneknya terus berkomunikasi dengan Verrell untuk memastikan kondisinya.