SketsaNusantara.id - Lagu populer "Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada", hasil kolaborasi Dewa 19 dan almarhum Chrisye, tengah menjadi sorotan usai muncul tudingan plagiat.
Lagu tersebut diduga meniru karya musisi asal Swedia, Stephen Simmonds, yang berjudul Tears Never Dry.
Isu ini mencuat setelah video milik Gabriel Bimo Sulaksono atau Bimo eks personel band Netral, menyebar luas di media sosial.
Dimana dalam video tersebut, Bimo menyentil sejumlah musisi Tanah Air yang menurutnya tak layak disebut legenda karena kerap menjiplak karya luar negeri.
Meski tak menyebut nama secara gamblang, sejumlah lagu ciptaan Ahmad Dhani diperbandingkan dengan lagu-lagu barat yang memiliki kemiripan melodi.
Merespons tuduhan tersebut, Ahmad Dhani angkat bicara. Ia dengan tegas membantah tuduhan plagiat dan menegaskan bahwa lagu "Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada" merupakan hasil adaptasi resmi yang telah mendapatkan lisensi sah secara hukum.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @ahmaddhaniofficial, pentolan Dewa 19 ini menunjukkan bukti, bahwa nama dirinya dan Stephen Simmonds sama-sama tercantum sebagai pencipta lagu.
Dhani menegaskan bahwa ia telah membeli lisensi sah dari lagu aslinya dan hanya mengganti lirik.
“Kurang Minat BACA adalah ciri IQ 78,” tulis Dhani menyindir pihak yang menudingnya mencontek, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari Instagramnya.
Pernyataan tersebut seolah menjadi tamparan keras bagi mereka yang langsung menuduh tanpa memahami fakta hukum di balik proses adaptasi lagu tersebut.
Sementara itu, siapa sebenarnya sosok Bimo yang memantik kontroversi ini?