Perjalanan Slank menuju pemulihan ternyata memakan waktu lama dan penuh pengorbanan, baik dari Bunda Iffet maupun para personel.
“Perjalanannya panjang, 2 tahun kita nggak dikasih pegang uang, pegang handphone, ditarik semua apa yang bisa diuangkan,” jelas Bimbim dalam kesempatan yang sama.
Pengorbanan tersebut membuahkan hasil. Slank berhasil keluar dari jeratan narkoba dan melanjutkan kiprah mereka di industri musik Indonesia.
Kepergian Bunda Iffet meninggalkan luka mendalam, namun juga jejak penuh pelajaran tentang cinta tanpa syarat, keteguhan, dan keyakinan terhadap orang-orang yang kita cintai.
Bagi Slank dan Slankers, Bunda Iffet tidak akan pernah benar-benar pergi. Namanya akan selalu hidup dalam semangat dan musik mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!