Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik kebisingan distorsi gitarnya, Ricky adalah seorang pemikir tajam. Dunia jurnalistik mengenalnya sebagai editor dan kemudian managing editor di Rolling Stone Indonesia.
Ia bukan sekadar menulis musik, tapi merayakannya, membawa musisi lokal ke halaman utama dan memperjuangkan suara-suara yang kerap terpinggirkan.
Kecintaannya pada musik juga mewujud dalam peran sebagai produser radio di MTV On Sky (kini Trax FM), tempat ia menjadi jembatan antara musisi dan pendengar.
Sementara itu, kariernya terus melebar—menjadi manajer aktor laga Iko Uwais dan bahkan CEO dari media alternatif Whiteboard Journal sejak 2023.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Seringai hingga berita ini diturunkan. Namun yang pasti, kepergian Ricky menyisakan kehilangan yang sangat dalam lanskap musik dan media budaya Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini