SketsaNusantara.id - Dunia skena musik Indonesia tengah berkabung. Ricky Siahaan, sosok yang dikenal sebagai gitaris band metal Seringai sekaligus jurnalis musik dan produser berpengaruh, meninggal dunia pada Sabtu 19 April 2025, dalam usia 48 tahun.
Ricky menghembuskan napas terakhirnya di Jepang, sesaat setelah menyelesaikan konser keempat dalam rangkaian Wolves of Asia Tour bersama Seringai.
Ketika kabar kepergiannya beredar, media sosial dibanjiri ucapan duka dari musisi, jurnalis, hingga pelaku industri hiburan. Salah satunya datang dari Soleh Solihun, sahabat sekaligus rekan kerja Ricky di masa lalu.
Baca Juga: Arief Didu Ngaku Pernah Ketemu Malaikat, Semua Gara-Gara Pampers: Sumpah Dia Bukan Manusia
“Selamat jalan @RickySiahaan semoga kamu diterima di sisi Tuhan,” tulis Soleh dilansir SketsaNusantara.id melalui akun X @solehsolihun, Sabtu 19 April 2025.
Jejak Perjalanan Ricky Seringai
Namun, menyebut Ricky hanya sebagai gitaris adalah penyederhanaan. Nama lengkapnya Ricardo Bisuk Juara Siahaan, dan memang sejak awal ia adalah “juara” dalam arti sesungguhnya.
Ia menapaki panggung musik sejak 1995, ketika banyak orang masih meraba identitas seni mereka, Ricky sudah menciptakan gelombang.
Dari band awalnya, Chapter 69, hingga Stepforward yang menyulut nyala skena hardcore Jakarta, Ricky bukan sekadar pemain—ia adalah penggerak.
Puncak popularitasnya memang datang bersama Seringai, band yang ia bentuk bersama Arian tahun 2002. Dengan riff cadas dan lirik sosial yang menggigit, Seringai tak sekadar berdiri di atas panggung—mereka membangun sebuah gerakan.
Album seperti Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan Seperti Api (2018) menjadi tonggak penting dalam sejarah musik keras di Indonesia. Lagu “Selamanya” bahkan menyabet penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2018 untuk kategori Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik.
Menulis dan Mencintai Musik