Baca Juga: Asal Usul Duit Mata Uang Sebelum Rupiah Datang, 120 Duit Setara Rp 1, Dicetak di Surabaya
"Nungguin sepi, buat anak, ngomongnya bingung, beli pampers berapa satu, diturunin satu renteng, yang sachetan kata gue, gak satu renteng mas, satu saja, saya gak punya duit, saya ambil dulu satu, coba," ucap Arief sambil menahan tangis.
"Dan menurut gua yang di warung itu bukan orang itu, sumpah dia bukan manusia, malaikat, karena apa? Dia ngasih gue beras, telor, saya gak punya uang bang kataku," lanjut Arief Didu.
"Gila menurut gue ini, dia bilang, mas beli pampers satu aja gak punya duit, pasti gak punya makanan, nih bawa beras, nih bawa telur, nih pampers serenteng, mas goreng telur, masak, biar bisa mikir," tutur Arief menirukan ucapan sosok yang ia sebut malaikat tadi.
Sejak saat itu Arief mengaku akan memanfaatkan sisa waktu yang dimiliki semaksimal mungkin.
"Makanya sekarang kalua diberi kesempatan buat berbuat baik gue akan lakuin, sampai sekarang orangnya masih ada dan gue peluk-peluk kalua ketemu," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini