SketsaNusantara.id - Deddy Corbuzier mengunggah pernyataan soal video viral rapat tertutup RUU TNI yang berlangsung di Hotel Fairmont pada Sabtu 15 Maret 2025.
Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan, Deddy menganggap, aksi KontraS menggeruduk rapat tertutup tersebut sebagai tindakan anarkis yang provokatif.
Pemilik Podcast Somasi itu mengaku untuk pertama kalinya berkomentar sebagai Stafsus Menhan.
"Ini pertama kalinya gue komentar sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan," kata Deddy mengawali videonya dengan mengenakan kaos ketat warna putih.
Terkait 'gangguan' Rapat Panitia Kerja (Panja) RUU TNI, Deddy Corbuzier melihatnya sebagai gangguan.
Apalagi rapat yang digelar di hotel mewah itu menurutnya sudah sesuai aturan dan legal.
"Tindakan sekelompok orang itu sudah mengarah ke tindak kekerasan anarkis. Masuk ruang rapat dengan paksa," kata Deddy di laman instagram @dc.kemhan.
Deddy juga menyatakan bahwa Kemnterian Pertahanan selalu menghargai dan menghormati kritik dan masukan dari siapapun.
"Kemarin itu bukanlah bentuk kritik yang membangun, tetapi tindakan ilegal yang melanggar hukum yang bisa mengancam demokrasi," lanjutnya.
Deddy bahkan mengingatkan bahwa Panja RUU TNI itu resmi dan konstitusional dan tidak membahas dwifungsi TNI yang banyak disangkakan masyarakat.
"Bapak Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin sudah berkali kali menegaskan bahwa Dwifungsi TNI sudah dikubur sejak dulu, jasad bahkan arwahnya sudah gak ada," kata Deddy.