SketsaNusantara.id - Polemik Band Sukatani melalui lagu "Bayar Bayar Bayar" yang mengkritik institusi kepolisian telah menarik perhatian publik setelah viral di media sosial.
Lagu Band Sukatani menjadi salah satu karya musisi yang menyuarakan kritik dan kekecewaan masyarakat terhadap oknum polisi yang kerap melanggar peraturan dan melakukan pungutan liar (pungli).
Fenomena ini bukanlah hal baru di Indonesia. Sejumlah musisi juga menggunakan karya mereka sebagai media untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah dan berbagai isu sosial yang terjadi masyarakat.
Selain karya band Sukatani, berikut beberapa lagu dengan lirik yang menyindir pemerintah yang pernah viral di media sosial dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.
1. "Ndasmu" oleh DPMB
Beberapa pekan sebelum lagu Bayar Bayar Bayar dari band Sukatani viral, grup rapper DPMB (Dua Petaka Membawa Bencana) merilis lagu berjudul "Ndasmu" pada awal Februari 2025.
Lagu tersebut secara langsung menyindir Prabowo Subianto yang kerap melontarkan pernyataan keras bernada kasar "Ndasmu" di hadapan publik.
Lagu ini menjadi viral karena liriknya yang tajam dan relevan dengan situasi politik saat ini yang mengkritik perkataan Presiden RI yang penuh kosakata tercela mencela seolah-olah para penguasa "suci tak berdosa".
2. "Rumah Tanah Tidak Dijual" oleh Voice of Baceprot (VoB)
Voice of Baceprot juga sempat ramai jadi sorotan melalui lagu "Rumah Tanah Tidak Dijual" yang dirilis pada bulan Oktober 2024.
Band metal asal Garut itu mengangkat isu penggusuran paksa sebagai kritik terhadap pemerintah yang dianggap serakah dalam mengeksploitasi sumber daya alam tanpa mempedulikan ancaman bencana.