Rabu, 1 Juli 2026

Ummi Pipik Bagikan Kisah saat Suami dan Bapaknya Meninggal Dunia dalam Waktu yang Hampir Bersamaan: Ternyata Itu Isyarat

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Selasa, 12 Mei 2026 | 08:00 WIB
Potret Ummi Pipik bersama almarhum suami dan bapaknya. Bagikan kisah saat keduanya meninggal dunia dalam waktu yang hampir bersamaan. (Instagram/_ummi_pipik_)
Potret Ummi Pipik bersama almarhum suami dan bapaknya. Bagikan kisah saat keduanya meninggal dunia dalam waktu yang hampir bersamaan. (Instagram/_ummi_pipik_)

“Pelan-pelan belajar dari nol tapi semoga membawa berkah. Karena almarhum bilang yang didapat dari travel untuk kebutuhan anak-anak yatim asuhan beliau,” sambungnya.

Selain ingin memiliki travel sendiri, Uje juga berharap bisa mendirikan rumah tahfidz yaitu tempat anak-anak yatim dan dhuafa menghapal Alquran.

“Dan saat itu beliau mengutarakan sebelum meninggal ingin punya rumah tahfidz untuk yatim dhuafa, dan alhamdulillaah doa beliau juga terkabul,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Ummi Pipik sudah menyediakan lahan seluas 1.000 meter dan akan segera dilakukan pembangunan.

“Tanah seluas 1.000 m sudah terbeli dan sekarang tinggal pembangunanya untuk rumah tahfidz yatim dan semoga dikasih kemudahan untuk proses pembangunan,” harapnya.

Dalam sebuah momen, Uje dan H. Imam berkesempatan menunaikan ibadah umroh bersama. Namun tidak disangka, Uje mengatakan sebuah kalimat yang seperti sebuah isyarat bahwa dirinya akan menghadap Tuhan.

“Dua laki-laki terbaik yang saya punya bisa umroh bareng. Tapi yang buat saya sedih, almarhum depan Ka’bah bilang ke bapak saya, ‘Pak, kita umroh bareng, nanti kita menghadap Allah bareng ya, Pak’,” ujarnya.

Ternyata, ucapan Uje tersebut menjadi kenyataan. Hanya berselang 1 tahun setelah Uje meninggal, H. Imam menyusul menghadap Yang Maha Kuasa.

“Dan ternyata itu isyarat, mereka meninggal bersamaan setelah almarhum meninggal, terpaut 4 bulan disusul bapak saya meninggal,” kisahnya.

Rasa duka yang menjalar akibat ditinggalkan dua orang terkasihnya, sempat membuat Ummi Pipik merasa kehilangan pegangan.

Kendati demikian, ibu dari 4 anak ini harus tetap tegar dan melanjutkan kehidupannya sebaik mungkin.

“Dua tongkat penyangga jalanku sudah hilang, tapi aku tetap harus berdiri tegak dan berjalan meneruskan semua hal baik yang diajarkan,” tutupnya.***

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X