Jumat, 12 Juni 2026

Ruben Onsu Diduga Tertipu Proyek Mukena Rp5,5 Miliar, Uang Ditransfer Tapi Produksi Tak Pernah Jalan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 22 April 2026 | 22:00 WIB
Potret Ruben Onsu umrah untuk ketiga kalinya. (Instagram/@maipa_khalifah)
Potret Ruben Onsu umrah untuk ketiga kalinya. (Instagram/@maipa_khalifah)

SketsaNusantara.id - Nama Ruben Onsu kembali menjadi sorotan publik. Presenter tersebut diduga menjadi korban penipuan dalam proyek pengadaan mukena. Nilai kerja sama yang dijalankan mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini bermula dari perkenalan Ruben dengan seorang pria bernama Philipus Suprihatin. Pertemuan tersebut terjadi melalui perantara seorang rekan. Dari situ, muncul tawaran kerja sama produksi mukena dalam jumlah besar.

Philipus kemudian mempertemukan Ruben dengan PT Venteny Fortuna Indo. Kerja sama tersebut memiliki nilai sekitar Rp5,5 miliar. Skema yang disepakati adalah pembagian keuntungan sebesar 60:40.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Alasan yang Sebenarnya Ruben Onsu dan Bertrand Peto Pindah ke Belanda

Ketertarikan Ruben terhadap proyek ini berkaitan dengan momentum pasar. Produk mukena dinilai memiliki peluang besar menjelang Lebaran. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

“Ruben Onsu tertarik karena menilai ini momen tepat untuk investasi karena ada momennya. Lebaran,” ujar Minola kepada awak media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada 21 April 2026.

Seiring berjalannya waktu, proyek mulai menunjukkan perkembangan. Namun, Philipus disebut beberapa kali meminta dana tambahan. Permintaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan produksi.

Baca Juga: Momen Iis Dahlia tak Sengaja Jumpa dengan Ruben Onsu di Madinah: Makin Religius

Dana yang diminta mencakup uang muka pabrik hingga biaya operasional. Ruben kemudian memenuhi permintaan tersebut secara bertahap. Transfer dana dilakukan ke rekening perusahaan yang terlibat.

Namun, setelah dana diserahkan, muncul kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. Jadwal produksi mengalami keterlambatan berulang. Proses yang dijanjikan tidak berjalan sesuai rencana awal.

Kondisi tersebut terus berlanjut hingga mendekati Lebaran. Produk mukena yang dijanjikan tidak kunjung diproduksi. Barang yang diharapkan tidak pernah sampai ke tangan Ruben.

Kecurigaan mulai muncul setelah tidak ada perkembangan signifikan. Ruben kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut terkait aliran dana. Hasilnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian penggunaan dana.

"Ruben sudah mentransfer ke rekening PT Venteny Fortuna Indo, namun perusahaan itu tidak pernah mencairkan uang itu. Uang yang ditransfer Ruben ternyata tidak pernah dialokasikan untuk produksi mukena di pabrik," tegas Minola Sebayang.

Setelah mengetahui hal tersebut, Ruben meminta pertanggungjawaban. Ia mencoba menghubungi Philipus untuk mendapatkan penjelasan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X