SketsaNusantara.id - Tragedi pilu menimpa seorang balita bernama Raya, berusia tiga tahun, asal Desa Cinaga, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia menghembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025 setelah berjuang melawan penyakit cacingan akut.
Kisahnya menjadi sorotan publik setelah unggahan dari organisasi kemanusiaan Rumah Teduh viral di media sosial.
Raya merupakan anak dari pasangan yang diketahui memiliki keterbelakangan mental. Kondisi keluarga yang miskin membuat mereka tidak mampu menanggung biaya pengobatan.
Dalam situasi penuh keterbatasan itu, Rumah Teduh berinisiatif membawa Raya ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan medis.
Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil. Raya akhirnya meninggal dunia, meninggalkan luka mendalam, sekaligus membuka perdebatan publik tentang sistem layanan kesehatan, khususnya di unit gawat darurat (IGD).
Melihat kasus ini, kreator konten sekaligus aktivis sosial King Abdi angkat bicara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @kingabdi_jajanmercon.
“RAYA adalah bukti kalau IGD tidak berlaku kedaruratannya untuk warga miskin. Kata darurat harus benar-benar dikaji ulang,” tulis King Abdi dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram pribadinya.
Unggahan itu langsung menuai banyak komentar dari netizen. Sejumlah warganet mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem layanan kesehatan yang dinilai masih diskriminatif.
Berbagai komentar hadir, memperlihatkan kepedulian sekaligus rasa marah masyarakat terhadap kasus yang menimpa Raya.
Baca Juga: Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuhan Balita yang Ditemukan di Depan Masjid di Singkawang
“Kita ini ngapain aja sih…???” tulis akun @kingabdi_jajanmercon dalam keterangan captionnya, kembali menekankan kritiknya.
Artikel Terkait
Detik-Detik Balita Hilang Tercebur Selokan, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa, Begini Kronologinya
Serba-serbi Lebaran! Apa Jadinya Jika Kepala Seorang Balita Nyangkut di Dalam Kaleng Biskuit? Ini Solusi yang Dilakukan Petugas Damkar
Update Kasus Tewasnya Balita 4 Tahun Akibat Ulah Pacar Ibu, Kepala Desa Ungkap Kronologi Selengkapnya
Tewaskan 3 Balita! Inilah Kisah Tragis Kebakaran Rumah di Punggolaka Kendari, Begini Perkembangan Kasusnya
Viral! Kronologi Seorang Balita di Cianjur Diduga Mendapat Perlakuan Tak Pantas dari Nakes Saat Proses Khitan Berlangsung, Korban Hanya Pasrah