Kamis, 4 Juni 2026

Ari Lasso Bongkar Royalti Tak Transparan, Menkumham Setuju Audit WAMI dan Soroti Pembagian Dana

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Ari Lasso dan kisruh royalti dari WAMI. (Instagram/ari_lasso)
Ari Lasso dan kisruh royalti dari WAMI. (Instagram/ari_lasso)

SketsaNusantara.id - Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas angkat bicara soal perselisihan antara penyanyi Ari Lasso dengan Lembaga Manajemen Kolektif Wahana Musik Indonesia (WAMI).

Masalah ini mencuat karena Ari Lasso menilai pembayaran royalti lagu yang diterimanya tidak transparan.

Perselisihan bermula ketika Ari Lasso membagikan dokumen distribusi royalti tertanggal 28 Juli 2025.

Baca Juga: Klarifikasi WAMI Terkait Ari Lasso yang Mengeluhkan Royalti Lagu yang Tidak Sesuai: Ada Kesalahan Teknis...

Dalam dokumen itu, tidak tertera namanya, termasuk nomor rekening penerima. Ia juga mempertanyakan perbedaan jumlah yang cukup besar, di mana royalti yang disebut mencapai puluhan juta rupiah namun yang diterima hanya sekitar Rp700.000.

Menanggapi hal tersebut, Supratman menyatakan dukungannya terhadap langkah audit terhadap WAMI.

“Terkait Ari Lasso, saya setuju (WAMI) harus diaudit,” ujarnya di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Agustus 2025. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pembagian royalti kepada pihak yang berhak.

Baca Juga: Ari Lasso Geram karena Royalti Lagunya yang Senilai Puluhan Juta Hanya Dibayar WAMI Sebesar Rp700 Ribu, Sudah Begitu Salah Transfer Pula...

Menurutnya, masalah utama terletak pada proses yang tidak jelas.

“Kalau tidak transparan, cara pengalokasiannya, pendistribusiannya, itu yang menjadi masalah,” tambahnya.

Pernyataan ini memperkuat desakan agar ada pemeriksaan independen terhadap lembaga tersebut.

Ari Lasso sendiri telah mengunggah postingan yang mengajak pihak-pihak terkait untuk melakukan audit secara mandiri.

Ia menolak melibatkan lembaga negara agar tidak mengganggu urusan yang lebih mendesak.

“Dan kita jangan minta bantuan BPK atau KPK atau siapapun, mereka pasti sibuk dengan urusan bangsa yang lebih urgent. Kita patungan aja menyewa lembaga auditor independen,” tulisnya di media sosial pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X