news

DPRD Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026, Bupati Jember Gus Fawait Langsung Sasar Persoalan Pelayanan Dasar Masyarakat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:56 WIB
Penandatanganan APBD Perubahan 2026. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id )

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember menajamkan arah kebijakan anggaran daerah, dengan memprioritaskan penanganan kemiskinan di akar rumput.

Hal ini akan segera dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama DPRD Jember, terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD tahun anggaran 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan dari hasil penyelarasan antara Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah disepakati bahwa perubahan APBD 2026 ini diperuntukan pemenuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu 2027, Bupati Jember Gus Fawait Beri Apresiasi: Nasib Ribuan Pegawai Temui Titik Terang

Persetujuan dokumen KUA-PPAS PA APBD 2026 ini menjadi fondasi bagi Pemkab Jember untuk menghadirkan program sosial secara lebih terukur.

"Maka tentu saya sebagai eksekutif akan menghormati semua mekanisme pemerintahan termasuk proses yang ada di DPRD Kabupaten Jember. Tadi KUA-PPAS untuk PA APBD tahun 2026 sudah disetujui. Mudah-mudahan nanti kita bisa lebih konkret untuk menurunkan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Jember, dan pengentasan kemiskinan itu dimulai dari pemenuhan pelayanan dasar masyarakat," ujar Bupati Fawait saat dikonfirmasi usai sidang paripurna di DPRD Jember, Kamis 10 Agustus 2026.

Menurutnya, dengan kemerdekaan yang sudah menyentuh umur 81 tahun maka komitmen pemerintah bersama DPRD Jember, fokus pada kesetaraan akses pelayanan dasar kepada masyarakat.

Baca Juga: Refleksikan Kemerdekaan RI ke 81, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Pelayanan Dasar Masyarakat Terpenuhi

Di sektor pendidikan, Kabupaten Jember menorehkan terobosan signifikan yang membedakannya dengan wilayah lain. Pemkab Jember secara konsisten mengalokasikan anggaran bernilai ratusan miliar rupiah untuk memperluas jangkauan beasiswa perguruan tinggi.

"Di daerah lain paling ngasih beasiswa cuma 100, 200, atau 300 orang. Di kita kalau dijumlah dari tahun 2025 dan 2026 ada 12.000 penerima beasiswa yang diberikan sampai lulus," imbuhnya.

"Bukan cuma beasiswa S1, tetapi juga perbaikan infrastruktur pendidikan yang sangat masif. Tahun 2025 ada 124 sekolah, dan tahun ini kurang lebih 200 lebih sekolah yang akan kita perbaiki," paparnya.

Ia menerangkan, peningkatan mutu sarana pendidikan fisik ini diimbangi dengan percepatan di bidang kesehatan dan administrasi kependudukan (adminduk).

Baca Juga: Bupati Gus Fawait Targetkan 25 Ribu Peserta dan Ledakan Ekonomi UMKM Jember di Event Tajemtra 2026

"Kemudian juga ada Program kesehatan gratis berbasis Universal Health Coverage (UHC) serta pemantapan program homecare kini disiagakan untuk, melayani warga secara langsung di kediamannya," jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini