Keikutsertaan SMA Negeri 3 Nganjuk menjadi bukti bahwa pawai budaya dapat dikemas bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Para pelajar diajak memahami bahwa kejayaan masa lalu memiliki nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Ungkapkan Rasa Syukur, Warga Desa di Nganjuk Ini Rutin Gelar Nyadran
Dari kemegahan Mataram Kuno era Rakai Pikatan, para pelajar membawa satu pesan ke masa kini: perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Dengan persatuan, gotong royong, kreativitas, dan penghargaan terhadap budaya, generasi muda dapat membangun peradaban yang lebih baik.
Dengan demikian, kisah Mataram Kuno tidak hanya menjadi catatan sejarah. Namun, kembali hadir sebagai inspirasi bagi generasi muda Nganjuk untuk mengenal akar budayanya, menghargai keberagaman, dan menjaga warisan bangsa.***