Keikutsertaan SMA Negeri 3 Nganjuk menjadi bukti bahwa pawai budaya dapat dikemas bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Para pelajar diajak memahami bahwa kejayaan masa lalu memiliki nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Ungkapkan Rasa Syukur, Warga Desa di Nganjuk Ini Rutin Gelar Nyadran
Dari kemegahan Mataram Kuno era Rakai Pikatan, para pelajar membawa satu pesan ke masa kini: perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Dengan persatuan, gotong royong, kreativitas, dan penghargaan terhadap budaya, generasi muda dapat membangun peradaban yang lebih baik.
Dengan demikian, kisah Mataram Kuno tidak hanya menjadi catatan sejarah. Namun, kembali hadir sebagai inspirasi bagi generasi muda Nganjuk untuk mengenal akar budayanya, menghargai keberagaman, dan menjaga warisan bangsa.***
Artikel Terkait
Digeladah Hampir 17 Jam, Seluruh Emas di Toko Semar Nganjuk Diamankan Bareskrim
Unik! Sultan Nganjuk Beli Bangkai Pesawat Rp1 Miliar, Dijadikan Ruang Keluarga di Halaman Rumah
Mengenal Sego Becek Nganjuk, Hidangan Tradisional Bersejarah Sejak 1915 yang Masih Digemari