J Hasanto mengapresiasi dukungan penuh dari keluarga besar Pengasuh Ribath Al Lathifiyah 2 dan Al Wahabiyah 1 Bahrul Ulum tersebut dalam menyediakan ruang pamer. Dukungan sarana tempat ini dinilai sangat vital bagi kelancaran agenda kebudayaan di arena muktamar.
“Lokasinya di halaman depan rumah Putri KH Wahab Chasbullah Bu Nyai Mundjidah Wahab. Saya bersama teman-teman menyampaikan rasa terima kasih kepada beliau karena sudah mengapresiasi niat kami dengan menyediakan tempat,” kata J Hasanto.
Di samping pameran fisik, perupa asal Salatiga ini juga menggagas lelang daring (online auction) untuk 10 karya lukis terbaiknya. Termasuk di antaranya lukisan master “25 Kiai Muassis NU” serta dua karya kaligrafi unik berbahan dasar kain perca.
Rekam jejak J Hasanto sendiri dikenal luas dalam jagat seni rupa karena konsistensinya melukis sejarah para ulama Nusantara. Ia merupakan pelukis pertama figur KH Hasan Gipo dan dipercaya langsung oleh pihak keluarga (dzuriyah) untuk melukis Syaikhona Kholil Bangkalan.
Melalui pameran di Tambakberas ini, para seniman menegaskan bahwa seni lukis dapat menjadi media ampuh untuk merawat ingatan publik.
"Pada 18 Agustus kita berangkat ke Tambakberas Jombang. Kemudian tanggal 20 Agustus kita mulai pameran di lokasi muktamar. Karya lukis terus kita kumpulkan untuk kebutuhan tersebut," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!