SketsaNusantara.id — Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, tidak hanya diwarnai forum permusyawaratan. Forum tertinggi organisasi NU tersebut juga menghadirkan pameran seni lukis bernilai sejarah tinggi.
Karya-karya yang dipamerkan tak sekadar menawarkan visualisasi artistik, melainkan turut menghidupkan kembali jejak perjuangan para ulama pendiri organisasi.
Pameran seni ini menghadirkan salah satu karya utama berupa lukisan kolosal yang mengabadikan wajah 25 kiai pendiri atau muassis NU dalam satu bidang kanvas. Lukisan megah karya seniman J Hasanto tersebut disiapkan khusus untuk menyambut kedatangan para muktamirin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas.
Di atas kanvas berukuran jumbo tersebut, terpampang jelas sosok para ulama penentu arah perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kehadiran lukisan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus penegas fondasi sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama.
Dalam deretan tokoh yang dilukis, J Hasanto secara khusus mengabadikan tiga tokoh kunci NU asal Jombang, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Selain trio pendiri tersebut, tampak pula wajah KH As’ad Syamsul Arifin beserta jajaran kiai berpengaruh lainnya.
Bagi sang seniman, karya visual ini mengemban misi edukasi sejarah yang melampaui estetika sebuah lukisan tokoh. J Hasanto berikhtiar menghadirkan kembali romantisme perjuangan para ulama. Ini bertujuan agar generasi muda NU dapat mengenal lebih dekat sosok-sosok pembuka jalan tersebut.
“Kami berharap banyak warga NU bisa melihat lukisan tersebut untuk mengenal para kiai pendiri NU yang ternyata jumlahnya banyak,” ujar J Hasanto, Kamis 13 Agustus 2026.
Lukisan monumental bertajuk “25 Kiai Muassis NU” ini digarap dengan teknik cat minyak di atas kanvas berukuran 250 x 120 sentimeter. Jika dihitung bersama bingkai pelindungnya, dimensi fisik karya tersebut mencapai 277 x 147 sentimeter. Lukisan itu tercatat sebagai salah satu lukisan muassis NU terlengkap.
Pameran menyambut Muktamar ke-35 NU ini dipastikan tidak hanya menampilkan satu karya tunggal. Panitia telah menyiapkan sedikitnya 100 karya lukis dengan variasi tema. Mulai dari keislaman, ke-NU-an, seni kaligrafi, hingga potret tokoh nasional seperti menteri dan presiden.
Proses kreatif pameran ini melibatkan kolaborasi lintas daerah antara J Hasanto dan dua perupa kawakan lainnya. Seniman Kholison Syafi’i dari Semarang serta Riyanto asal Demak turut memperkuat komposisi karya yang akan dipamerkan.
Pameran seni rupa ini dijadwalkan buka lebih awal pada 20 Agustus 2026. Langkah ini diambil agar masyarakat umum dan warga nahdliyin dapat menikmati sajian seni budaya lebih leluasa.
Lokasi pameran dipusatkan di area strategis, yakni halaman depan kediaman Bupati Jombang Mundjidah Wahab periode 2018-2023. Tepatnya berada di seberang Pondok Pesantren Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2 Tambakberas, Jombang.