news

Antisipasi Tsunami Pesisir Selatan, PMI Jember dan Palang Merah Jepang Pasang 39 Papan Jalur Evakuasi

Senin, 27 Juli 2026 | 19:04 WIB
PMI Kabupaten Jember bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar aksi pemasangan puluhan papan petunjuk jalur evakuasi pada Senin, (27/7/2026).

 

SketsaNusantara.id — Sebagai langkah krusial meminimalisir risiko bencana tsunami di kawasan pesisir selatan, PMI Kabupaten Jember bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar aksi pemasangan puluhan papan petunjuk jalur evakuasi pada Senin, (27/7/2026).

Melalui program School and Community Resilience (SCR), sebanyak 39 papan petunjuk dipasang secara strategis di tiga desa rawan bencana, yaitu Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.

Papan ini memandu alur penyelamatan warga secara bertahap, mulai dari wilayah pantai menuju kawasan pemukiman yang lebih tinggi hingga titik kumpul (assembly point).

Baca Juga: ‎Gratis! 7 Link Twibbon Hari Veteran Nasional 10 Agustus 2026, Desain-desain Menarik untuk Unggahan Media Sosial

Pemasangan petunjuk evakuasi tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh para anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dari ketiga desa.

Aksi mitigasi lapangan ini juga ditinjau langsung oleh jajaran pengurus PMI Kabupaten Jember bersama perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur.

Hadir memantau di lokasi antara lain Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, S.Pd., Sekretaris PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi, Kabid Penanggulangan Bencana PMI Jember Narto, serta Korlap SCR PMI Jatim / Wakil Kepala Markas PMI Jawa Timur Julius A. Mbusu (Pak Yus).

Baca Juga: Pemkab Jember dan IKA Unair Resmi Jalin Kolaborasi Tekan Angka Kemiskinan

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa ketersediaan penunjuk arah ini sangat vital untuk menghindarkan warga dari kepanikan saat situasi darurat terjadi.

"Pemasangan papan jalur evakuasi ini adalah bentuk aksi nyata dalam membangun kesiapsiagaan warga pesisir. Kami berharap sarana ini dapat memandu masyarakat bertindak cepat dan selamat saat situasi darurat terjadi," ujar Zainollah.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Lapangan SCR PMI Jatim, Julius A. Mbusu (Pak Yus), menggarisbawahi pentingnya kemandirian komunitas lokal dalam merespons ancaman bencana di lingkungannya.

Baca Juga: Kemenpar JFC Tembus Karisma Event Nusantara dan Pemprov Dukung JFC Bisa Lebih Mendunia

"Program SCR difokuskan pada pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Keterlibatan aktif rekan-rekan SIBAT di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi di wilayah rawan," tegas Pak Yus.

Halaman:

Tags

Terkini