SketsaNusantara.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal keberlangsungan Jember Fashion Carnaval (JFC).
Peragaan busana jalanan yang telah berkiprah selama hampir seperempat abad ini dinilai memegang peranan krusial, dalam memperkuat citra budaya serta pariwisata Indonesia di mata dunia.
Dalam pertemuan di Pendopo Wahyawibawagraha pada Minggu 26 Juli 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan pujian tinggi atas ketekunan penyelenggara JFC.
Baca Juga: Sukseskan JFC 2026, Tim Kesehatan PMI dan Dinkes Jember Bersinergi Layani Ribuan Pengunjung
Konsistensi tersebut terbukti dari keberhasilan JFC menembus jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kemenpar yang memayungi sekitar 110 hingga 125 agenda wisata dari 38 provinsi hasil kerja sama dengan pemerintah daerah.
Menpar menambahkan bahwa keharuman nama JFC sudah merambah ke mancanegara, seperti New York dan Paris. Tidak hanya peraganya, deretan kostum khas (Best National Costume) garapan talenta JFC juga berulang kali meraih penghargaan tertinggi di ajang kecantikan internasional ternama, termasuk Miss Universe dan Miss Supranational.
Menpar Widiyanti pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak dan jajaran pemerintah daerah, yang terus bersinergi menyukseskan gelaran kebanggaan nasional ini.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersiap mengawal Jember Fashion Carnaval (JFC) naik kelas menuju agenda pariwisata tingkat global.
"Langkah ini didorong oleh potensi besar JFC yang terbukti efektif menarik perhatian wisatawan domestik maupun manca negara," ujar Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyoroti pentingnya akses penerbangan langsung Jember–Bali sebagai kunci utama. Menurut dia, Bali merupakan titik masuk utama wisatawan asing yang bisa dimanfaatkan sebagai penopang daerah sekitarnya.
Baca Juga: Okupansi Bandara Notohadinegoro Jember Tembus 89,6 Persen, JFC 2026 Diprediksi Dongkrak Penumpang
"Untuk menjaga kelangsungan rute udara ini, Pemprov Jatim mendorong skema pendanaan bersama antara pusat, provinsi, dan kabupaten, terutama saat agenda JFC berlangsung," tuturnya.
Selain memanfaatkan status JFC dalam Karisma Event Nusantara (KEN), Pemprov Jatim berencana memperluas jaringan internasional dengan menghadirkan penampil global serta menggandeng jejaring akademis, seperti Fakultas Desain Universitas Ciputra yang bertaut dengan institusi mode di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan. Menurut Emil, keunggulan JFC terletak pada konsep unik Bercerita Melalui Busana.