Sensor BMKG juga tidak mencatat adanya aktivitas gempa bumi pada waktu kejadian sehingga masih belum bisa dijelaskan asal suara gemuruh tersebut.
"Hasil koordinasi sementara menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi maupun penyebab yang dapat menjelaskan asal suara dentuman tersebut," tuturnya.
"Baik BMKG Juanda maupun BPBD Jawa Timur juga belum menemukan temuan yang mengarah pada sumber suara dimaksud," jelasnya.
Karena tidak ditemukan aktivitas tektonik, penyebab suara gemuruh tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.
Berbagai kemungkinan, termasuk fenomena atmosfer maupun aktivitas di kawasan industri, belum dapat dipastikan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut."
Pada beberapa kasus suara dentuman atau gemuruh serupa di wilayah Jawa Timur, BMKG sebelumnya kerap mendeteksi adanya aktivitas sambaran petir yang intens atau anomali cuaca lokal, seperti peningkatan kecepatan angin dan pembentukan awan kumulonimbus.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab terjadinya suara gemuruh tersebut.
Dalam unggahannya, BPBD Gresik menghimbay warga tetap tenang dan mudah percaya dengan infroemasi atau berita hoaks yang belum jelas kebenarannya.
"Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian tersebut," tulisnya.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menunggu hasil investigasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini