SketsaNusantara.id - Linimasa media sosial belum lama ini ramai membahas soal suara gemuruh yang terdengar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada hari Rabu, 8 Juli 2026.
Fenomena ini menjadi perbincangan hangat dan memicu rasa penasaran publik usai beredar video detik-detik terdengar suara gemuruh yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, warganet ramai merekam suara gemuruh yang terdengar pada malam hari. Terdengar gemuruh awalnya terdengar pelan lalu makin keras menyerupai pergerakan tanah longsor.
"Suara dentuman dan gemuruh terdengar kembali, lokasi di Gresik Kota. Apa di tempatmu juga kedengaran, bolo?" ungkap akun TikTok @gresik.news yang mengunggah video saat terdengar suara gemuruh.
Video tersebut mencuri perhatian publik yang memicu kekhawatiran warga. Tak sedikit yang mengaitkan suara ini dengan aktivitas pergerakan tanah, meski tak terjadi gempa bumi pada saat kejadian.
Warganet juga heran menyoroti kejadian ini hingga mengaitkan suara gemuruh dengan petir. Namun, mengingat saat ini Jawa Timur berada dalam musim kemarau, hal tersebut justru menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Sejumlah warganet juga menyoroti suara gemuruh ini sudah beberapa kali terdengar, terutama setelah maghrib dalam waktu yang hampir sama antara pukul 17:00 hingga 18:30 WIB dalam 2 hingga 3 hari terakhir.
Terkait hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik telah melakukan investigasi dengan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Juanda.
"Terkait munculnya suara dentuman yang dilaporkan warga di sejumlah wilayah Gresik dalam beberapa hari terakhir, termasuk yang kembali terdengar pada malam ini, kami sudah berkoordinasi dengan BMKG," tulis akun Instagram @bpbd_kab_gresik dikutip SketsaNusantara.id pada hari Kamis, 9 Juli 2026.
Melalui akun media sosial, BPDB Gresik menjelaskan bahwa suara gemuruh yang terdengar akhir-akhir ini tak ada kaitannya dengan gempa bumi atau aktivitas pergeseran tanah.
Berdasarkan koordinasi BPBD bersama BMKG Juanda, hingga saat ini belum ditemukan indikasi maupun catatan seismik yang menjelaskan penyebab pasti suara gemuruh dan dentuman yang menghebohkan warga di Kabupaten Gresik.