news

Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo Soal 4 Kali Tak Dapat Mandat, Tegaskan Bukan Kalah Pilpres dan Bukan Sindiran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:00 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku empat kali belum memperoleh mandat dalam pemilihan presiden menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai maksud ucapan Presiden.

Prasetyo mengatakan pernyataan tersebut tidak dimaksudkan sebagai sindiran kepada pihak tertentu. Menurutnya, Presiden ingin menegaskan komitmen terhadap demokrasi dan penghormatan pada hasil pemilihan umum.

Ia menjelaskan bahwa setiap proses pemilu merupakan bagian dari konsensus kehidupan bernegara. Karena itu, hasil yang ditetapkan melalui mekanisme demokrasi selalu dihormati oleh Presiden Prabowo.

Baca Juga: Penumpukan Pemudik di Ketapang-Gilimanuk Capai Titik Jenuh, Mensesneg Prasetyo Hadi Sampaikan Permohonan Maaf Istana

"Bukan kalah, belum diberikan mandat. Makanya waktu beliau menyampaikan nggak ada yang tepuk tangan, nggak ada yang ketawa, kita tidak menggunakan bahasa kalah," kata Prasetyo, Jumat (26/6/2026).

Menurut Prasetyo, istilah yang digunakan Presiden sengaja dipilih untuk menegaskan bahwa proses politik merupakan upaya memperoleh kepercayaan rakyat. Selama mandat belum diberikan, perjuangan politik tetap dilakukan melalui jalur yang sah.

Ia juga membantah anggapan bahwa pernyataan Presiden muncul karena merasa ada pihak yang mengganggu jalannya pemerintahan saat ini. Menurutnya, konteks yang ingin disampaikan sepenuhnya berkaitan dengan proses demokrasi.

Baca Juga: Penayangan Video Prabowo di Layar Bioskop Jadi Sorotan, Hasan Nasbi dan Prasetyo Hadi Angkat Bicara soal Aturan

Prasetyo menjelaskan bahwa sejak mengakhiri pengabdian di dunia militer, Prabowo memilih terjun ke dunia politik. Langkah tersebut ditempuh karena meyakini bahwa pergantian kepemimpinan nasional dilakukan melalui mekanisme demokrasi.

Ia mengingatkan bahwa Prabowo sempat berjuang melalui Partai Golkar sebelum kemudian mendirikan partai politik sendiri. Seluruh langkah politik itu disebut sebagai bagian dari proses mengikuti aturan yang telah disepakati bersama.

Menurut Prasetyo, Presiden berkali-kali menawarkan diri kepada masyarakat untuk memperoleh kepercayaan memimpin Indonesia. Namun, pada beberapa kontestasi sebelumnya, mandat tersebut belum diberikan oleh rakyat.

Baru pada Pemilu 2024, Prabowo memperoleh amanah melalui mekanisme pemilu yang sah dan konstitusional. Hasil itulah yang kemudian mengantarkannya menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama. Dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi. Kemudian, wujud dari demokrasi itu adalah kita harus memilih pemimpin di setiap lima tahunan, yang wujudnya adalah dalam bentuk pemilu," ucapnya.

Prasetyo menambahkan bahwa amanah yang diberikan rakyat menjadi alasan Presiden bekerja keras menjalankan pemerintahan. Menurutnya, perjuangan panjang sebelum memperoleh mandat kini diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program pemerintahan.

Halaman:

Tags

Terkini