news

3 Hari di Lereng Ledokombo, Relawan PMI Jember Jalani Simulasi Korban Massal hingga Edukasi Bencana untuk Ratusan Pelajar

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:36 WIB
KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember mengadakan Program Sharing Kemanusiaan dengan tema "Bergerak Bersama Berbagi Sesama". (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya membangun kesiapsiagaan bencana dan meningkatkan kemampuan relawan kembali dilakukan PMI Kabupaten Jember.

Selama tiga hari, puluhan anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Markas Kabupaten Jember mengikuti rangkaian kegiatan kemanusiaan yang melibatkan sekolah dan masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Program yang mengusung tema "Bergerak Bersama Berbagi Sesama" itu dilaksanakan mulai 19 hingga 21 Juni 2026.

Baca Juga: Jemaat Gereja HTSPM Sempusari Jember Donor Darah Setelah Ibadah, PMI Berhasil Kumpulkan 22 Kantong

Selain menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas anggota KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember. Program itu sekaligus menjadi implementasi lanjutan dari pelatihan dasar yang sebelumnya telah diikuti para anggota.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kebencanaan, pertolongan pertama, kesehatan, dan pelayanan sosial. Kegiatan tidak hanya dilakukan di lokasi pelatihan, tetapi juga langsung menyasar lingkungan sekolah dan masyarakat.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah edukasi Sekolah Siaga Bencana. Dalam kegiatan tersebut, relawan diterjunkan ke sejumlah sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Baca Juga: Kejar Sertifikasi CPOB 2026, PMI Jember Pastikan Proses Berjalan Sesuai Jalur dan Target Ajukan ke BPOM Agustus

"Untuk Kegiatan Edukasi Siaga Bencana dilaksanakan pada Sabtu Pagi dengan 5 personil di setiap sekolah. Siswa diberikan pemahaman terkait penting nya kita untuk siaga atas resiko bencana yang akan terjadi di lingkungan sekolah sedini mungkin," ungkap Ketua KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember, Haidar Al Rafif.

Materi disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Para relawan mengajak siswa bernyanyi bersama serta mengikuti berbagai permainan edukatif yang berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana.

Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Selain itu, metode interaktif juga diharapkan membantu peserta mengingat langkah-langkah penting saat menghadapi kondisi darurat.

Selain edukasi kebencanaan, peserta kegiatan juga mendapatkan simulasi pertolongan pertama. Simulasi tersebut dirancang untuk melatih kemampuan relawan dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan banyak korban.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan berbagai skenario yang harus ditangani secara cepat dan tepat. Mereka dituntut mampu melakukan penilaian kondisi korban sekaligus menentukan tindakan pertolongan yang diperlukan.

"Personil juga dilibatkan secara langsung terkait kasus pertolongan pertama korban masal dan dituntut untuk bisa sigap dan tanggap dalam respon cepat untuk memberikan pertolongan dilapangan," tambah Haidar.

Halaman:

Tags

Terkini