SketsaNusantara.id - Nama Fiki Satari belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial di tengah euforia Piala Dunia 2026. Direktur Utama TVRI tersebut ramai disorot setelah muncul polemik terkait pengadaan hak siar Piala Dunia FIFA 2026 yang disebut menggunakan anggaran negara (APBN) hingga mencapai Rp1,3 triliun.
Di tengah perdebatan mengenai penggunaan dana publik tersebut, perhatian warganet juga tertuju pada sosok Fiki Satari, termasuk latar belakang pendidikan, rekam jejak, hingga hubungan keluarganya dengan Raffi Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden.
Lantas, siapa sebenarnya Fiki Satari? Dihimpun SketsaNusantara.id dari situs resmi TVRI dan berbagi sumber, berikut profil Fiki Satari yang ramai disorot di tengah polemik pengadaan hak siar Piala Dunia 2026.
Tubagus Fiki Satari merupakan seoran akademisi dan pengusaha yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Pengganti Antar Waktu (PAW).
Ia dipilih sebagai dirut setelah lolos seleksi Dirut PAW LPP TVRI dan resmi menjabat sejak 8 Juni 2026 menggantikan Dirut TVRI sebelumnya yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sebelum menjabat sebagai Dirut TVRI, Fiki dikenal sebagai Ketua Umum Indonesian Creative Cities Network (ICCN), sebuah organisasi yang menghubungkan berbagai kota dan kabupaten kreatif di seluruh Indonesia.
Melalui organisasi tersebut, ia terlibat dalam berbagai program pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga penguatan ekosistem industri kreatif di berbagai daerah. Alumnus SMA Negeri 2 Bandung itu meraih gelar magister dan dikenal sebagai akademisi yang pernah mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.
Selain aktif di ICCN, Fiki juga dikenal memiliki pengalaman dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan usaha kreatif dan pemberdayaan komunitas.
Pria kelahiran Bandung, 3 Februari 1976 itu diketahui pemilik waralaba Airplane System Clothing dan pernah menjadi komisaris PT Angkasa Pura pada tahun 2020.
Kariernya yang banyak berkutat di bidang ekonomi kreatif membuat namanya cukup dikenal di kalangan pegiat industri kreatif nasional sebelum masuk ke dunia penyiaran publik.
Nama Fiki Satari semakin mendapat perhatian setelah terpilih sebagai Direktur Utama TVRI Pengganti Antar Waktu (PAW).
Penunjukan tersebut sempat menjadi bahan diskusi publik karena sebagian pihak menilai latar belakang Fiki lebih banyak berasal dari sektor ekonomi kreatif dibandingkan industri penyiaran maupun jurnalistik.