SketsaNusantara.id - Perubahan cuaca kembali menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino akan segera aktif di Indonesia.
Prediksi tersebut menjadi sorotan karena dampaknya berkaitan dengan musim kemarau. Selain itu, fenomena ini disebut berpotensi berlangsung cukup lama hingga memasuki tahun 2027.
Di saat yang sama, BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat perkembangan fenomena iklim global terus dipantau secara intensif.
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Jelang El Nino, Stok Beras Capai 169 Persen Kebutuhan Nasional
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sejumlah indikator menunjukkan sinyal menguatnya El Nino. Pemantauan terbaru dilakukan melalui kondisi suhu muka laut di kawasan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Menurut data BMKG, suhu muka laut di Samudra Pasifik pada Mei 2026 menunjukkan anomali bulanan sebesar +1,0. Angka tersebut menjadi salah satu parameter yang digunakan untuk memantau perkembangan fenomena El Nino.
Sementara itu, pemantauan di Samudra Hindia menunjukkan nilai indeks Indian Ocean Dipole atau IOD berada pada angka -0,56. Data tersebut menjadi bagian dari analisis yang dilakukan BMKG terhadap kondisi iklim regional dan global.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, BMKG memperkirakan El Nino akan segera aktif di Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang.
Teuku Faisal menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi bertahan hingga tahun depan. Karena itu, perkembangan iklim akan terus dipantau untuk melihat perubahan yang mungkin terjadi pada berbagai wilayah di Indonesia.
Selain memprediksi kemunculan El Nino, BMKG juga mengungkap perkiraan mengenai puncak musim kemarau tahun 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memasuki periode puncak kemarau pada Agustus mendatang.
"Puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia, yakni 369 zona musim yang mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026," ucap Teuku.
Data tersebut menunjukkan bahwa hampir setengah wilayah daratan Indonesia diperkirakan mengalami kondisi puncak kemarau pada periode yang sama. Prediksi itu mencakup ratusan zona musim yang tersebar di berbagai daerah.
BMKG juga memproyeksikan bahwa musim kemarau tahun ini tidak berlangsung seperti kondisi normal. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia.