news

Kronologi Turis Malaysia Dituding Tak Bayar di Pagi Sore PIK hingga Berujung Permintaan Maaf dan Seruan Boikot

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:30 WIB
Restoran Pagi Sore cabang PIK viral usai tuding turis Malaysia tidak membayar makanan. (Instagram/pagisoreid - Threads/ainmyunus)

SketsaNusantara.id - Nama rumah makan Padang Pagi Sore mendadak ramai dibahas warganet. Perbincangan itu muncul setelah unggahan seorang warga Malaysia viral di media sosial Threads.

Unggahan tersebut memicu reaksi luas dari pengguna media sosial. Banyak warganet menyoroti dugaan kesalahpahaman pembayaran yang melibatkan restoran cabang PIK.

Akun Threads bernama @ainmyunus mengaku dirinya bersama rombongan dituding tidak membayar makanan saat makan di Restoran Pagi Sore cabang PIK, Jakarta Utara. Tuduhan itu disebut viral beberapa hari setelah mereka meninggalkan Jakarta.

Baca Juga: Viral! Mantan Karyawan NET TV Ngaku dapat Perlakuan Tak Menyenangkan dari Host Talkshow, Nama Sule hingga Andre Taulany Ikut Terseret

Perempuan bernama Norain Mohd Yunus itu menjelaskan dirinya datang ke restoran pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, ia baru tiba dari Malaysia menggunakan penerbangan pagi.

Setelah mendarat di Jakarta, rombongan memilih makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh. Total pembayaran makanan saat itu mencapai Rp907.500.

Namun, tiga hari setelah kunjungan tersebut, ia mengaku mendapat kabar mengejutkan dari sopir yang sebelumnya mengantar mereka. Sopir tersebut menanyakan bukti pembayaran makanan di restoran itu.

Baca Juga: Viral! Aksi Cat Calling di Dalam KA Lokal Garut-Purwakarta, Petugas Turunkan Pelaku di Stasiun Kiaracondong

“Dia bilang manajemen Pagi Sore sudah memviralkan kami karena tidak membayar makanan pada hari tersebut. Viral setelah 3 hari kami ke Bandung dan balik lagi ke Jakarta,” tulisnya dalam unggahan Threads, dikutip Senin, 18 Mei 2026.

Norain mengaku sempat mencari bukti pembayaran yang dimaksud. Beruntung, transaksi dilakukan secara non tunai sehingga riwayat pembayaran masih tersimpan secara elektronik.

Ia kemudian menunjukkan bukti pembayaran digital tersebut. Bukti itu disebut memperlihatkan transaksi telah berhasil dilakukan sesuai nominal tagihan restoran.

Unggahan itu kemudian ramai dibagikan ulang oleh pengguna media sosial lainnya. Banyak warganet mempertanyakan prosedur pengecekan pembayaran sebelum tudingan tersebut menyebar luas.

Setelah bukti pembayaran ditemukan, pihak Restoran Pagi Sore cabang PIK disebut memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Dalam tangkapan layar yang diunggah, pihak restoran menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan.

“Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak manapun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya yang telah terjadi dan berharap hubungan baik tetap terjaga dengan baik ke depannya,” ujar perwakilan Pagi Sore.

Halaman:

Tags

Terkini