SketsaNusantara.id - Salsa Erwina Hutagalung mengapresiasi tindakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) yang dinilai responsif dalam mengatasi polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC).
Sebagaimana diketahui, belakangan ini perlombaan di tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) itu menuai sorotan tajam lantaran juri memberikan penilaian tidak adil pada peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Video tayangan ulang lomba cerdas cermat pun beredar luas di media sosial memperlihatkan dewan juri yang terkesan defensif bahkan mengingatkan peserta soal artikulasi, padahal publik mendengar dengan jelas jawaban yang disampaikan.
Ketidakadilan dewan juri yang menuai protes dari peserta malah didukung pembawa acara (MC) yang dianggap hanya 'perasaan' saja.
Tindakan ini seketika dibanjiri kritik dari sejumlah pihak hingga mendapat desakan dari DPR RI agar hak-hak peserta dapat dipulihkan.
Tak lama setelah kasus viral dan ramai jadi sorotan publik, Ketua MPR RI menyampaikan permintaan maaf dengan mengakui adanya kesalahan serta menonatifkan dewan juri dan MC dalam kompetisi tersebut.
Tak hanya itu, MPR RI juga memutuskan untuk mengulang kembali final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di tingkat Provinsi Kalimantan Barat dengan pengawasan langsung dan menggandeng juri independen.
Di sisi lain, Shindy Luthfiana selaku MC acara juga sudah menyampaikan permintaan maaf pada publik yang disampaikan melalui akun Instagramnya.
Menyoroti hal ini, Salsa Erwina menyambut postitif keputusan penyelenggara lomba dan menyebut MPR RI cukup responsif dalam menanggapi polemik dengan mendengar masukan dari masyarakat.
"Terima kasih MPR RI sudah mengambil aksi nyata, responsif berikan klarifikasi dan minta maaf, bahkan mau mengulang acara finalnya," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @salsaer pada hari Kamis, 14 Mei 2026.
"Kak MC juga sudah mau minta maaf dan berjiwa besar mau mengakui kesalahan dan improve. Adik kita Josepha juga ditawarkan beasiswa ke China oleh alumni SMAN 1 Pontianak yang juga anggota Ketua Komisi II DPR RI. Keren," imbuhnya.
Menurutnya, insiden ini bisa menjadi contoh jika kritik dapat tanggapan dengan baik yang bisa meningkatkan kepercayaan publik pada pemerintah.