SketsaNusantara.id – Menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 tentunya akan menjadi kebingungan, khususnya bagi orang tua murid. Mereka berpikir hendak ke mana anaknya akan melanjutkan sekolah.
Akan tetapi yang harus dilihat, dengan ketatnya persaingan dunia kerja dan tuntutan ekonomi kreatif, SMK Negeri 3 Bondowoso terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi unggulan di Jawa Timur.
Sekolah ini membuktikan bahwa lulusan SMK tidak hanya sekadar siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun membangun lini bisnis mandiri.
Wakil Kepala SMKN 3 Bondowoso Bidang Humas, Nur Muhammad Fadli pada rilis resminya menegaskan, sekolahnya telah menerapkan konsep keberhasilan lulusan yang dikenal dengan istilah BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha).
“Strategi BMW ini dirancang agar setiap siswa memiliki peta jalan masa depan yang jelas sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah,” ujar Fadli, Minggu 10 Mei 2026.
Diketahui, SMKN 3 Bondowoso sebagai sekolah terakreditasi A dan mendapatkan anugerah sebagai SMK Pusat Keunggulan dari Kemdikbud. Sekolah tersebut memiliki enam jurusan yang bisa dipilih sesuai dengan potensi bakat minat calon peserta didiknya.
Baca Juga: PMI Jember Tambah 33 Relawan KSR untuk Bantu Penanggulangan Bencana dan Pelayanan Sosial Kemanusiaan
Adapun keenam jurusan tersebut antara lain; Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Arsitektur. Yang terbaru di tahun 2026 ini adalah jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menekankan, keberhasilan sekolah tidak lagi hanya diukur dari seberapa banyak siswa yang lulus, melainkan seberapa relevan lulusan tersebut di tengah masyarakat. Menurutnya, program BMW adalah komitmen sekolahnya untuk memastikan tidak ada lulusan yang menganggur. Pihaknya menyadari bahwa setiap anak memiliki minat dan potensi yang berbeda.
“Yang ingin langsung kerja kami siapkan melalui kemitraan industri, yang ingin mendalami teori lebih jauh, kami antar ke perguruan tinggi, dan yang memiliki jiwa inovator, kami bimbing melalui Teaching Factory untuk menjadi wirausaha muda,” jelas Daris.
Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 3 Bondowoso, Edyy Susanto mengungkapkan kebanggaannya atas tren positif keterserapan alumni. Dia mengatakan, setiap tahunnya menunjukkan angka yang signifikan di ketiga jalur utama BMW tersebut.
"Data kami di BKK menunjukkan bahwa profil lulusan SMKN 3 Bondowoso semakin variatif dan berkualitas. Banyak siswa yang bahkan sebelum menerima ijazah sudah dinyatakan diterima bekerja,” imbuh Eddy bahagia.