SketsaNusantara.id - Dua panggung global menampilkan sinyal kuat soal arah diplomasi Indonesia melalui kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di acara internasional yang berbeda.
Mantan Presiden Jokowi sebagai Dewan Penasehat Global Ekonomi Baru Bloomberg hadir dalam acara Bloomberg New Economi Forum di Singapura.
Pada acara tersebut, Jokowi berpidato dalam berbahasa Inggris, menguraikan perjalanan Indonesia selama satu dekade menuju 'Ekonomi Cerdas'.
Dalam pidatonya Jokowi menegaskan bahwa perubahan itu perlu dan bahwa tidak ada jalan pintas untuk membangun ekonomi yang kuat bagi 280 juta penduduk.
Pelajaran utamanya, menurut Jokowi, adalah keharusan mutlak adanya infrastruktur yang kuat, baik fisik maupun digital sebelum negara dapat bertransisi ke era yang ditentukan oleh Kecerdasan Buatan (AI) dan ekonomi digital.
Jokowi menegaskan bahwa infrastruktur adalah tulang punggung terbaik yang membuat ekonomi cerdas bekerja.
Baca Juga: Di Balik Walk Out Audiensi Ijazah Jokowi di PTIK, Mengapa Roy Suryo cs Diminta Keluar
Sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat hadiri di Johannesburg dalam acara KTT G20 mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum acara utama, Gibran menyampaikan pidato utama pada Forum CEO Indonesia-Afrika, di mana ia dengan tegas menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas investasi luar negeri di Afrika.
Gibran memposisikan Afrika Selatan tidak hanya sebagai mitra strategis, tetapi juga sebagai gerbang bagi Indonesia untuk menembus pasar Afrika.
Ia menekankan perlunya negara-negara berkembang untuk secara kolektif membentuk masa depan yang tidak hanya kuat tetapi juga adil dan inklusif.