"Saya mohon maaf. Saya menyesali perbuatan saya. Saya mengaku salah, saat itu saya sedang khilaf," ucap pelaku di hadapan aparat dan massa yang masih berkumpul.
Meski sudah memberikan klarifikasi, permintaan maaf itu tak meredakan kemarahan para ojol dan pelaku masih jadi bulan-bulanan warganet di media sosial.
Kejadian ini menjadi sorotan publik untuk menyuarakan kembali pentingnya perlindungan terhadap driver ojek online. Mereka yang kerap bekerja di bawah tekanan sistem, tapi terkadang tak mendapat sikap ramah dari pelanggan.
Publik berharap kasus ini diproses hukum agar menjadi efek jera dan contoh agar kejadian serupa tak terulang.
Kejadian ini menjadi sorotan nasional dan menyuarakan kembali pentingnya perlindungan terhadap driver ojek online. Mereka kerap bekerja di bawah tekanan sistem tapi terkadang tak mendapat sikap ramah dari pelanggan.
Sementara itu, pihak kepolisian yang menangani kasus ini masih mengamankan customer pelaku tindak kekerasan di Polresta Sleman untuk mencegah keributan lebih lanjut karena driver ojol masih mengepung rumahnya.
Rencananya, polisi akan mediasi antara kedua belah pihak akan dilakukan pada hari Sabtu, 5 Juli 2025 untuk menyelesaikan masalah ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini