Setelah dua pesanan siap, mereka mengantar order pertama tanpa kendala. Namun, saat hendak mengantarkan pesanan kedua ke kawasan Bantul, mereka terjebak kemacetan parah akibat adanya kirab budaya.
Baca Juga: Heboh! Dikira Meninggal Dunia, Ojol Ini Tiba-tiba Bangun Saat Hendak Dimasukkan Kantong Mayat
Mereka pun mencoba mencari jalur alternatif dan mengabari pelanggan soal keterlambatan. Respons pelanggan ternyata mengecewakan bahkan mengancam akan memberikan penilaian buruk hingga SP (surat peringatan) karena pelayanan tidak memuaskan.
Situasi makin memburuk, saat customer menunjukkan sikap tak menyenangkan bahkan melakukan tindak kekerasan pada pasangan ojol tersebut.
Customer marah-marah mengaku kesal, padahal pesanan makanan hanya mengalami keterlambatan sekitar 5 menit dari estimasi waktu.
"Aku orang pelayaran lho, Mas. Mau dikasih bintang berapa kalo telat begini? Kamu tahu disiplin gak? Aku ya tahu rasanya nyambut gawe tapi kalo begini tak kasih bintang satu biar kamu dapat SP," kata customer dalam video dengan nada mengancam di hadapan driver ShopeeFood dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah ulang akun Instagram @merapi_uncover.
Driver ShopeeFood juga sempat menjelaskan baik-baik dan tak masalah jika diberi rating bintang 1. Namun, customer makin menunjukkan sikap tidak menyenangkan, membentak, bahkan menyerang hingga melakukan kekerasan fisik yang membuat teman wanita driver ShopeeFood luka-luka.
Kontak fisik hingga perkelahian pun tak terelakkan. Keributan ini bahkan sampai membuat tetangga ikut tutun tangan melerai perselisihan antara driver ojol dan customer.
Peristiwa tersebut terekam kamera driver ShopeeFood yang menyita perhatian publik setelah videonya tersebar di media sosial, hingga ikut memicu amarah netizen dan para driver ojol lainnya.
Massa ojol berkumpul dan mendatangi rumah pelaku di kawasan Sidoarum, Godean, Sleman pada Sabtu, 5 Juli 2025 dini hari. Rumah pelaku dipadati puluhan pengemudi ShopeeFood yang menuntut pertanggungjawaban.
Situasi memanas saat pelaku tak mau keluar rumah hingga aparat kepolisian terpaksa turun tangan. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan membawanya ke Polresta Sleman.
Di kantor polisi, pelaku akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka dan mengakui kesalahannya di hadapan publik.