Karier akademiknya berlanjut dengan meraih penghargaan Postdoctoral Fellowship dari Australia Awards—Hadi Soesastro Prize. Penelitian postdoktoralnya dijalankan di Natsem (National Centre for Social and Economic Modeling) serta di DCID (Duke Center for International Development), Duke University, Amerika Serikat.
Untuk gelar doktor, Bimo menamatkan studi Ph.D di bidang ekonomi di University of Canberra, Australia.
Tugas Berat Menanti di DJP
Penunjukan Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak dilakukan di tengah tantangan besar reformasi perpajakan dan peningkatan penerimaan negara.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya di bidang ekonomi dan investasi, publik menaruh harapan agar ia mampu membawa perubahan positif dalam tubuh Direktorat Jenderal Pajak.
Langkah selanjutnya akan banyak ditentukan oleh sinergi antara Kementerian Keuangan dan DJP di bawah kepemimpinan Bimo.
Presiden Prabowo sendiri menempatkan reformasi fiskal sebagai salah satu agenda prioritas pemerintahannya.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana Bimo akan menavigasi berbagai tantangan pajak domestik, mulai dari perluasan basis pajak hingga penerapan kebijakan yang adil dan progresif.
Dengan rekam jejak profesional dan akademik yang solid, publik menanti gebrakan nyata dari Dirjen Pajak yang baru ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!