SketsaNusantara.id - Nama Roy Suryo Notodiprojo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, kembali menjadi perhatian publik karena berbagai kontroversi yang membayangi karier politik dan akademiknya.
Sosok yang dikenal luas sebagai ahli telematika ini sempat mengisi ruang-ruang diskusi teknologi sebelum bergabung dalam dunia politik bersama Partai Demokrat.
Lahir di Yogyakarta pada 18 Juli 1968, Roy merampungkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.
Baca Juga: Jokowi Laporkan 5 Pihak yang Tuding Ijazah Palsu, Roy Suryo: Bagus, Lanjutkan...
Kariernya mulai mencuat ke publik pada akhir 1990-an, ketika ia kerap tampil membedah rekaman dan bukti digital terkait isu-isu nasional. Dari situlah citra Roy sebagai pakar teknologi informasi mulai terbentuk.
Namun, perjalanan kariernya tak luput dari kontroversi. Salah satu perkara paling menonjol adalah keterlibatannya dalam penyebaran ulang gambar stupa Candi Borobudur yang dimodifikasi menyerupai wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tindakannya tersebut menuai proses hukum dan berujung pada vonis sembilan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada akhir 2022.
Baca Juga: Gara-Gara Isu Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Disebut Penghasut, Mantan Menpora: Lucu
Hukuman itu kemudian diperberat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan denda sebesar Rp150 juta, dengan ancaman penjara tambahan selama dua bulan bila tidak dibayar.
Kasus hukum itu bukan yang pertama. Pada masa jabatannya sebagai Menpora, Roy dituding belum mengembalikan ribuan barang milik negara yang digunakan selama dirinya berada di kementerian.
Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id, berdasarkan laporan inventarisasi tahun 2018 yang tersedia di situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, masih terdapat lebih dari 3.000 barang yang belum dikembalikan, termasuk peralatan elektronik dan perlengkapan rumah tangga.
Selain persoalan hukum, Roy Suryo juga beberapa kali terlibat insiden yang memancing sorotan publik.