Dewan Keamanan Nasional Israel mengonfirmasi bahwa tiga pesawat bantuan datang dari Italia dan Kroasia pada hari Kamis, 1 Mei 2025, untuk membantu pemadaman api dari udara.
Rumania juga telah mengirimkan dua pesawat hari yang sama satu untuk pemadaman serta bantuan untuk penyaluran bantuan logistik.
Evakuasi massal dilakukan melihat kondisi di berbagai wilayah akibat kebakaran dan badai angin kencang yang makin meluas.
Pemerintah juga melakukan penutupan jalan utama untuk menghindari kecelakaan lalu lintas karena jarak pandang terbatas akibat asap api yang menyebar luas.
AFP melaporkan bahwa kobaran api di Israel menyapu kawasan hutan di dekat jalan utama antara Bet Shamesh dan Latrun sehingga pemerintah mengirim helikopter untuk memadamkan api di daerah tersebut.
Benjamin Netanyahu mengingatkan bahwa badai angin kencang dapat dengan mudah mendorong api hingga menuju pusat kota Tel Aviv.
Prioritas utamanya saat ini adalah menyelamatkan warga yang terdampak termasuk menyediakan tempat-tempat pengungsian sementara.
Musibah kebakaran ini ramai jadi sorotan dunia termasuk warganet di Indonesia. Banyak netizen yang mengaku terkejut bahkan menyerukan open donasi.
Namun, bukan untuk mengumpulkan bantuan bagi para korban terdampak bencana, warganet justru berkelakar berikan donasi bahan bakar yang membuat kebakaran ini makin besar.
"Kami warga Indonesia siap open donasi, memberikan bantuan Pertamax semoga kebakaran makin membesar dan meluas," sindir salah satu netizen.
"Sudah pas namanya Israhell, jadi neraka buat pada zionis, bahkan wilayah yang diduduki juga direbut balik oleh Allah dengan kuasa-Nya," komentar netizen lainnya.
Bukan tanpa alasan, komentar yang dilontarkan warganet ini merupakan ungkapan kemarahan publik di Indonesia terhadap konflik berkepanjangan dan serangan Israel di Gaza, Palestina yang banyak menelan ratusan ribu korban jiwa.